SEPENGGAL KISAH TUA

Posted on

Segala puji bagi Engkau yaa Robb yg tlah memberikan kenikmatan pd hamba shg bisa kembali menginjakan kaki di musholla ini…
di musholla ini, sedari kecil, ustadz – ustadz dan kyai – kya ku memberiku pencerahan dan pengajaran tentang warna hidup… hadouwh benar – benar malu diri ini ketika didaulat menjadi imam… sungguh … tak pantas untukku….
dan kerinduan ini pun memuncak manakala santri – santri yang dulu mengaji padaku, satu demi satu mencium tanganku yg penuh dosa ini… tak terasa air mata ini menetes… kalian sudah besar… aku masih ingat ketika kalian satu demi satu menghafalkan doa – doa yang ku ajarkan… ahh… begitu cepat waktu berlalu… bahkan ada diantara kalian yang sudah mulai kuliah… padahal waktu itu kalian msh duduk di bangku taman kanak2- kanak… dan kesyahduan pun bertambah, ketika menyempatkan diri untuk berkumpul bersama Majelis Dzikir Al ikhLas melafadzkan kalimat – kalimat Mu yaa Robb…

Maafkan aku jamaah…. Aku tidak bisa kembali seperti dulu… bukankah hidup adalah pilihan ??? tetapi… tenanglah jamaah… karena hatiku selalu ada untuk kalian… walau raga ini tidak bersama kalian…. sebab kalian adalah ikhwahku…. dan sebab Allah lah yg mengajari kita untuk seperti itu… inilah persaudaraan yang diajarkan pada setiap muslim… persaudaraan yang tak dibatasi oleh apapun… imanlah yg mengikat persaudaraan kita…
dan teruslah berjuang santri – santriku… selagi mentari masih bersinar,teruslah engkau menghunus pedang !!!

05 Agustus 2010

See also  HIDUP APA ADANYA SAJA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *