UZUR TAPI MANJUR

Posted on

Wah kangen rasanya saya menulis di blog ini. Alhamdulillah kesampaian juga untuk kembali menuliskan sesuatu yang semoga bermanfaat untuk sobat blogger semua. Pada mulanya saya ingin menulis pada awal Ramadhan tahun ini. Tapi saya diberi hadiah spesial oleh Allah SWT berupa operasi usus buntu pada hari ke-5 Ramadhan lalu. Kebetulan (mungkin kata ini lebih enak, he he) usus buntu saya sudah pecah. Alhasil operasi yang saya lakukan seperti operasi caesar, dan harus rest total sampai kondisi saya membaik sebagaimana semula. Disamping itu saya disarankan untuk tidak mengangkat barang/sesuatu yang tergolong berat agar kondisi usus yang habis dioperasi tidak berakibat fatal bagi tubuh saya.

Karena kondisi kesehatan itulah, pulang dan berangkat kerja saya putuskan untuk naik angkutan umum. Tiga kali naik angkutan, angkutan pedesaan (maklum wong ndeso), Bus, dan angkutan desa lagi alias trayek. Sebenarnya itu bukan pengalaman baru buat saya, lah wong dari SMA sampai saya kuliah sudah terbiasa naik angkutan umum seperti itu. Hanya sedikit agak kikuk tentu saja. Karena sudah hampir tujuh tahunan saya jadi anak bikers alias anak motor. He he.

Ada pengalaman menarik tentunya ketika saya naik angkutan umum kembali. Mulai dari bus yang sama yang saya naiki sedari SMA, sopir dan kernek yang masih sama setia sedari saya SMA juga, dan tentu saja fenomena berdesak-desakkan. Masih seperti dulu ? Tentu saja tidak ! Bukankah kendaraannya sudah mulai uzur ? He he.

Saya jadi punya ide, bagaimana kalau fenomena tersebut di atas dimasukkan ke dalam Museum Rekor Indonesia ? Ya, rekor. Rekor bus uzur yang manjur. Manjur ? Ya, karena walaupun kendaraan-kendaraan yang saya naiki sudah tergolong tua (bayangkan, saya SMA nya tahun 1998 ) tapi masih manjur untuk mengais kocek-kocek rupiah. Hebat kan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *