Tak Semahal yang Saya Duga

Posted on

Sudah menjadi kemafhuman, setiap kekasih pasti ingin membahagiakan kekasihnya, iya to ? He he. Saya yakin, Anda pasti setuju dengan apa yang saya katakan tadi. Kalau tidak juga tidak apa-apa, toh masih banyak rumput hijau dilahan sana (apa hubungannya?). Begini kisahnya, ini berhubungan dengan liburan, lho kok ? Iya liburan. Liburan adalah “sesuatu” yang ditunggu oleh masing-masing orang, tak terkecuali pasangan ataupun keluarga. Karena dengan liburan, dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan kejenuhan. Apalagi bagi pasangan yang bekerja, pastilah liburan adalah salah satu agenda yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.

Kalau kita menonton ataupun membaca di berbagai media, ketika libur tiba maka banyak sekali manusia yang berbondong-bondong datang ke tempat hiburan (Diskotek kaleee). Maksud saya tentu saja obyek wisata, baik wisata alam maupun wisata-wisata hiburan lainnya. Tujuannya satu, menikmati liburan. He he he. Mengeluarkan banyak duit ? Bisa jadi. Mahal ? bisa jadi. Stok tabungan menipis ? bisa jadi ? Hmmm. Lalu, bagaimana menurut Anda. Apakah hal-hal seperti mahalnya biaya liburan menjadi suatu masalah tersendiri bagi Anda ? Walah. Ketika menikmatinya mungkin Anda tidak begitu peduli, tapi ketika liburan usai, trus Anda lihat isi kantong atawa tabungan Anda… Eng ing ong… Rupanya “terkuras”. Ya tidak apa-apa sih, tapi ada ndak sih liburan murah ?

Persiapan liburan, ya persiapan liburan mungkin akan sedikit mengurangi beban biaya ? lho kok bisa ? Saya mau tanya, pernah ndak sampeyan-sampeyan bertanya kepada pasangan atau keluarga Anda tentang rencana mengisi liburan ? Misalnya begini nih pertanyaannya : ” Kekasihku yang cantik (ehemmm), liburan nanti kita kemana yah ?” Atau seperti ini, “Anak-anak, nanti liburan kita ke pantai yah ?” Pernah ga bertanya seperti itu ? Hayo jawab ! Hmmm … Lalu apa hubungannya dengan pengurangan beban biaya ?

See also  Tuhan, dimanakah Engkau?

Begini maksud saya, jika kita mengalokasikan dana kita untuk liburan, saya pikir ini bagian dari persiapan yang kelak dikemudian harinya kita tidak akan njlimet dengan kondisi keuangan kita. Tentu saja karena hal ini sudah dipersiapkan sejak dini. Jadi, kebutuhan – kebutuhan pokok lainnya tidak akan tergoyah oleh “duit liburan” yang kita keluarkan. Atau, jangan-jangan, ketika Anda bertanya pada pasangan ataupun keluarga Anda, mereka menjawab begini… ” Kita liburan di rumah saja dech yah. Menonton tivi bareng anak-anak kita sembari makan-makan masakan mama”. Nah lo. Ngirit kan ?

Biasanya kan kalau kita mau liburan ada sederet tempat wisata yang kita tulis. Banyak banget, saking banyaknya, bingung mau kemana. Wkwkwkwkk. Padahal, bisa jadi pasangan atau keluarga Anda hanya ingin menghabiskan liburan bersama Anda di rumah. Sekadar nonton tivi, atau berleha-leha di rumah. Soalnya, isteri saya, kurang lebih setahun ini, lagi seperti itu. Kalau libur, penginnya berleha-leha dan bermalas-malasan di rumah. Tak semahal  yang saya duga ternyata. Bagaimana liburan Anda selanjutnya ?

Salam bahagia 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *