Ooh my street ….

Posted on

Jalan raya ibarat areal pertempuran sengit, banyak korban berjatuhan. Wah begitu mengerikankah jalanan di negeri ini ? Hmmm, hiperbola ? Mungkin ya, mungkin juga tidak. Nah lho.

Sebagai biker, ceileh, keren banget tuh bahasanya. Saya ulangi, sebagai biker, yang namanya melihat kecelakaan, hampir tiap bulan, bahkan terkadang setiap minggu saya melihatnya. Ya, maklumlah saban hari saya naik si Janggo (nama motor Mega Proku tercinta, sorry sebut merk, siapa tahu dapat honor dari pabrikannya, ha ha ha) dengan jarak kurang lebih 90 kilo meter pulang pergi. Daerah yang kulewati terbilang berbahaya. Mungkin mas bro dan mbak bro yang pernah lewat atau mengenal daerah Pageralang ( Wilayah sekitar kota Banyumas lama ke selatan ) cukup memahaminya. Entah berapa kali terjadi kecelakaan disitu. Suatu pagi, saya melihat kecelakaan bus yang menghantam salah satu tebing. (Fotonya saya unggah di Facebook ). Kebanyakan penumpang yang waktu itu adalah anak-anak sekolah, banyak diantara mereka yang terluka. Yang miris, ada beberapa pelajar perempuan  yang terlempar ke parit yang dalamnya kurang lebih dua sampai tiga meteran. Untunglah tidak ada korban jiwa.

Pernah suatu pagi juga, saya melihat truk yang membawa sepeda motor-se[eda motor baru dari pabrikan terkenal  mengalami kecelakaan. Hmmm.

Yang tak kalah mengerikannya, ada bus, masih di daerah Pageralang, masuk jurang yang dalamnya sekitar 10 meteran. Wah, benar-benar pemandangan yang tak mengenakan tentunya.

Itu baru di daerah Pageralang, belum di daerah yang juga cukup berbahaya. Menurutku sih yang berbahaya di daerah Pageralang adalah banyaknya tikungan, turunan dan tanjakan yang cukup berbahaya. Disamping itu, ada beberapa jurang  dan tebing disekitar tikungan, turunan, ataupun tanjakan. Kalau jalannya sih okey punya bro. Mulus, kaya apa yah ? Pokoknya asyik deh jalannya.

See also  BEGITULAH KATA MUKIDI

Lalu bagaimana yah dengan jalan-jalan yang berlubang ? Wong yang mulus saja sering terjadi kecelakaan. Yang jelas ngeselin, bahasa Banyumasnya maregi. Bagaimana tidak maregi, wong saya sama adikku pernah atret alias mumbul alias terlontar ke atas alias njempalit alias njamping, trus motornya nyium aspal. Mendhing kalau motornya gak ada penumpangnya, wong ada penumpangnya. He he he.

Eh, kata temenku, entah bergurau atau tidak, jalan yang halus mulus di negeri ini adalah kategori jalan yang jelek di Amrik sono. Wkwkwk.

Hayo pak dan bu pejabat, jalannya dimulusin dong! Perasaan, kita kan bayar pajak. Apa pajaknya dikantongin oom yang itu yah ? He he he.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *