LELAKI TERLUKA

Posted on

Aku hanyalah lelaki yang terluka di ujung senja. Seperti malaikat yang rapuh tanpa sayapnya. Namun, aku tetaplah lelaki. Dan sifat kelelakianku ini akan selalu menuntunku untuk bergerak, walau dengan ribuan luka.

Sudah puluhan wanita aku taklukkan, tapi kali ini sungguh aku tak berdaya melawan keperkasaanmu,wahai pujaanku. Ribuan kata manis dan berderet-deret gurindam cinta tak lagi kau hiraukan. Bahkan, guna-guna asmarakupun tak lagi berguna. Sia -sia ! Sungguh mengenaskan.

Kau kukenal dari balik jeruji itu. Jeruji hitam yang mulai tenggelam dimakan zaman. Kau wanita itu. Ya, wanita dari balik jeruji. Mungkin karena itulah engkau ditakdirkan perkasa. Namun aku bukanlah Yudhistira, yang begitu saja menyerahkan Drupadi kepada Kurawa karena kekalahan dadu-dadu durjana. Bukan !

Bahkan aku ingin seperti Rahwana. Menculik Shinta bukan karena nafsu birahi semata, tapi karena pengetahun yang merupakan wisik dari pada Dewa. Bukankah kesaktian adalah pengetahuan? Ah sudahlah, kita tinggalkan saja cerita-cerita itu semua. Sekali lagi aku hanyalah lelaki. Dan aku berhak mencintai. Itu saja !

Tapi….. Bagaimana aku harus menyembuhkan lukaku ini ? Sedangkan engkau masih berputar-putar dalam tidurku. Sungguh menyebalkan ! Tapi tenanglah cintaku…. Aku memang lelaki terluka. Tapi aku adalah titisan cinta. Dan dengan luka-luka ini, aku akan membakar sekujur tubuhmu dengan asmaraku. Bersiap-siaplah wahai pujaanku.

Dari balik awan itu, akan aku hujamkan ribuan senandung smarandhana. Sampai kau terluka. Ya terluka. Bukankah dengan luka, maka engkau akan mengetahui makna sebuah bahagia ? Ah, kokok ayam membangunkanku dari mimpi panjangku. Berakhir ? Belum tentu ! Karena cinta adalah perjalanan jiwa setiap manusia.

See also  PADA SUATU MALAM DI HUTAN SUATU PULAU

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *