DI ATAS KESEDIHAN INILAH KITA BERTEMU

Posted on

Bismillah…

Setelah sekian lama tidak menulis di blog yang cukup manis ini 😉 alhamdulillah hari ini ada “sedikit” waktu luang untuk kembali corat-coret di blog ini. Bukan hanya tak lama menulis, dengan beberapa sahabat yang dulu biasa bertemu pada pengajian pekananpun lama tak bersua. Setelah saya dan beberapa sahabat memulai kehidupan baru, mulai dari punya kerjaan baru sampai punya isteri baru, eh, menikah maksud saya, intensitas pertemuan kami mulai berkurang. Bahkan bisa dibilang jarang.

Ada kesan tersendiri ketika mengingat masa lalu kami ketika kami masih belum menikah. Mulai dari pengajian rutin, beraneka macam kegiatan hizbiyah, sampai beberapa aksi solidaritas yang kami ikuti. Sungguh manis berbagai kenangan yang telah kami lewati. Memang, silaturahmi masih terjaga. Apalagi di zaman serba canggih seperti ini, tak sulit bersilaturahmi meski via media sosial maupun melalui telepon seluler.

Dan pagi itu, ketika baru saja sampai di tempat kerja hapeku berbunyi. Sebuah pesan masuk. Dan betapa kagetnya ketika saya membaca pesan masuk tersebut. Pesan itu berisi berita duka. Puteri sahabatku, sahabat yang biasa bertemu pada kajian pekanan meninggal dunia karena kecelakaan.

Dan begitulah yang biasa terjadi pada kami. Begitu ada kabar, baik kabar duka maupun gembira, akan segera cepat tersebar via SMS, telepon dan facebook. Entahlah, perasaan apa yang menyelimuti hatiku. Setelah sekian lama tak bertemu dengan sahabat-sahabat itu, akhirnya kamipun dipertemukan. Dipertemukan dalam kesedihan. Dipertemukan di depan jenazah puteri dari sahabat kami tercinta 🙁

Rasa haru terpancar dari sahabat-sahabatku itu, namun tak bisa dipungkiri, dalam hatikupun tersirat rasa bahagia karena bertemu dengan sahabat-sahabatku yang lama tak bersua tersebut. Walaupun di atas kesedihan.

See also  UNTUNG TIMNAS MENANG, KALAU ENGGAK?

Begitulah pertemuan demi pertemuan yang terjadi diantara kami. Jika tidak disatukan pada acara walimahan, maka kami dipertemukan dalam acara kesedihan seperti ini.

Dan disela-sela kesedihan itu pula terungkap banyak cerita dari sahabat-sahabatku itu. Cerita-cerita baru dalam babak baru kehidupan kita masing-masing. Mulai dari pindah pekerjaan alias pindah profesi, anak yang bertambah, dan upz…. Ada yang mau menikah lagi. Bukan poligami lho, lha wong pernikahan pertamanya belum sukses 🙂 Dan masih banyak cerita lainnnya, cerita di balik kesedihan 🙁

Aku berdo’a semoga lain waktu, kita dipertemukan pada suasana yang bahagia 🙂

0 comments

  1. sedih memang bertemu kembali dgn para sahabat justru pd saat berduka ya.. nanti mgkn bs di arrange lg ketemuan di tpt dan di situasi yg berbeda, turut berduka yaa.. semoga almarhumah diberi kelapangan, diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT, aamiin..

  2. turut berduka ya mas untuk sahabatnya. Moga dia dan keluarga diberikan ketabahan menghadapinya.
    teknologi seperti handphone memang membantu ya mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *