Plisss….. Jangan Kau Nyanyikan Lagi Lagu Nina Bobo Itu

Posted on

Nina bobo 

Ooh Nina bobo

Kalau tidak bobo digigit nyamuk

===================================================

Siapa sih yang tak kenal lagu tersebut? Jika ada yang belum kenal, silahkan kalian kenalan lebih dahulu. Cocok ya syukur, kalau ndak cocok ya sahabatan saja. Wkwkwkwk. #comblang kaleee 🙂

Tadinya bingung mau posting apa, eh pas semalam bidadariku nyanyi lagu “Nina Bobo” tiba-tiba munculah sesuatu yang sudah lama tak cari-cari. Ee siapa dia? Ide. Yupz, dari nyanyian tersebut munculah ide untuk postinganku kali ini. Ide ini muncul ketika tiba-tiba saja naluri kabapakanku tidak terima dengan baris terakhir dari lagu tersebut. Wah sok kebapakan banget sih lu son. Son son.. Wehehehe…

Kalau tidak bobo digigit nyamuk. Nah ini dia bagian terakhir dari lagu Nina Bobo itu yang menyentuh relung hatiku yang terdalam. #lebayyyyy

Lebay? Mungkin saja! Tapi coba ulang-ulang bait tersebut sembari bernyanyi. Bukan hanya dimulut sahaja, tapi cobalah untuk diresapi. Mari kita nyanyikan bersama-sama. Satu dua tiga!  Oh ya ingat ya, berulang-ulang!

Masih belum ngeh juga? Baiklah. Kita bikin mudah. Yang punya nama Nina ada ndak? Coba ngacung! Oh ndak ada….

Baiklah, kalau ndak ada, aku tanya lagi. Yang punya adik atau kakak yang bernama Nina ada ndak? Atau yang punya anak yang bernama Nina mungkin. Ada ndak? Hayooo Ngaku!

Baiklah, jika kamu namanya Nina, jika ada saudara kamu atau mungkin buah hati kalian yang bernama Nina, kira-kira kalian sedih ndak dido’akan seperti itu? Seperti apa? Ya itu… Kalau tidak bobo digigit nyamuk. Ah, itu kan lagu mas bukan do’a?.

Okey… okey…. Kalau kamu masih ndak apa-apa alias rapopo dengan nyanyian itu ya ndak papa. It’s okey 🙂  Tapi, pernah ndak dengar seseorang atau pernah baca ungkapan seperti ini : PERKATAAN ADALAH DO’A. Wah….

See also  PERIHAL HUJAN DAN JIWAKU

Kalau pernah maka kamu wajib takut dengan lagu yang didendangkan itu. Itu lagu mas, bukan perkataan. Terserahlah…. Wong aku juga ndak maksa-maksa kamu amat untuk patuh pada tulisanku ini. Wehehehe….

Tapi keinginanku untuk menulis ini, selain ide yang muncul semalam, aku juga ingat salah satu nasihat guruku (Semoga Allah SWT merahmati Beliau). Beliau berpesan kepadaku, “Dalam sehari semalam yang 24 jam itu, ada saat-saat dimana malaikat mengaminkan ucapanmu. Kita tidak tahu kapan tepatnya waktu itu. Oleh karena itu, cobalah untuk selalu berusaha berkata-kata yang baik dalam hidupmu. Sehingga kalimat “amin” yang dilafadzkan oleh malaikat itu senantiasa berupa doa’-do’a kebaikan, bukan sebaliknya.”

Hmmm…. Jadi merenung. Seandainya Nina itu adalah anakku dan semalaman ia tidak tidur, maka seluruh badannya akan bentol-bentol digigit nyamuk. Jika nyamuk itu membawa penyakit bagaimana?

Ah, mungkin terlalu lebay. Tapi setidaknya aku punya pengalaman sendiri tentang makna sebuah ucapan. Kisah ini aku dapatkan dari almarhum ayahku terkasih.

Dulu, waktu sepupuku masih tinggal di kampung ia suka sekali mandi di irigasi. Saking seringnya mandi disana, ibunya marah. Bahkan terlontar perkataan seperti ini, “Mandi terus sana di irigasi. Nanti hidupmupun akan berakhir di air.” Selang beberapa tahun kemudian, keluarga sepupuku pindah ke luar jawa. Disanalah, tepatnya di suatu pantai di daerah tempat tinggalnya yang baru, sepupuku itu menghembuskan nafas terakhirnya. Ia tewas digulung ombak. Anehnya, waktu itu ia bersama temannya di pantai. Konon ia dan temannya hanya cuci muka, namun hanya ia seorang yang terbawa gelombang ombak di pantai itu 🙁

Baiklah, mulai sekarang plisss dech kita ganti nyanyian lagu Nina Bobo dengan lagu-lagu lainnya. Syukur sholawat ataupun lagu-lagu keagamaan yang lain. Kenapa? Kasihan si Nina 🙂

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *