A LETTER OF LOVE

Posted on

Kasih…. apa yang kau lakukan malam ini untuk mengenangku? Membaca puisiku? atau hanya sekedar menyebut namaku di hatimu? Jadi ingat ketika masih SMA dulu. Malam menjelang pagi seperti ini, aku masih mengeja sedikit demi sedikit namamu. Sembari mendengarkan surat-surat cinta yang biasa dibacakan oleh penyiar favoritku di radio itu. Radio gaulnya anak muda masa itu. Ah, sungguh indah. Apalagi setelah pembacaan surat cinta itu selesai, biasanya langsung diputarkan lagu yang pas sekali dengan isi surat cinta itu. Oh syahdunya.

Kasih… Jujur, untuk mengingat namamu saja aku susah. Bukan karena aku melupakanmu ataupun membenci setiap pertemuan yang terjadi saat ini, bukan! Bukan itu!

Aku hanya ingin mengenang yang indah-indah saja. Hanya itu sebenarnya. Tapi entah mengapa ketika aku teringat wajahmu, rautan-rautan kepedihan itu muncul begitu saja. Rautan yang masih tertanam hingga sekarang. Kasih…. Itulah sebabnya aku mulai tak berdaya ketika mencoba mengeja namamu, huruf demi huruf.

Kasih…. Apa yang akan kau lakukan ketika kau membaca tulisan sederhanaku ini? Aku berharap, ada sedikit cahaya kebahagiaan walau sesaat. Bukankah kebahagiaan yang kita miliki hanya sesaat?

Selamat malam kasih…. Selamat malam cinta…. Semoga rembulan di awan sana menceritakan kegundahanku pada dirimu.

See also  sajak gerimis senja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *