Safety First!

Posted on

Entah sudah berapa kali aku melewati jalan ini. Dan entah berapa kali juga ada tanda yang dibuat oleh polisi. Garis-garis putih dan beberapa coretan dan simbol yang juga berwarna putih. Gambar apa pula itu? Pocong? Mbuehehe. Ya bukanlah. Masa polisi pada nggambar pocong di jalan raya? Dimarahi pak presiden nanti. Wahahaha.

Gambar atau simbol atau apalah itu aku kurang tahu  istilah tepatnya itu apa, adalah tanda proses terjadinya kecelakaan.

Wah, hampir berapa bulan, bahkan minggu ada saja kecelakaan yang terjadi di jalan yang aku lewati. Salah siapa? Entahlah…. Yang jelas setiap pengendara harus bisa menjaga diri terutama “emosi” ketika berada di jalan raya. Setidaknya dengan menjaga itu, kecelakaan di jalan raya bisa dikurangi, syukur tidak ada lagi.

Sering kali aku melihat umpatan, cacian, bahkan ada yang mau bekelahi gara-gara masalah di jalanan. Biasanya sih ada pengendara yang ngawur atau ugal-ugalan. Sungguh hal-hal seperti ini adalah hal yang biasa terjadi. Kadang bikin mangkel juga melihat mereka. Sudah seperti cowboy di film-film Jepang sana, eh, Amrik sana.

Tapi setelah direnungkan, eh ternyata kadang kala aku juga sering mengumpat pada mereka yang ugal-ugalan di jalan. Bahkan pernah ada yang tak tendang, tapi tidak kena… ANDA KURANG BERUNTUNG! Mbuehehehehe…. Ya gak marah gemana, udah keluar dari marka jalan dia, ngebut, eh udah tahu ada kendaraan banyak di depannya, termasuk aku, masih ngebut juga. Huh!

Tapi lama kelamaan, apalagi ketika ingat anak isteri di rumah, emosi dijalanan mulai berkurang. Belum sepenuhnya sih. Tapi setidaknya sudah berkurang banyak. Sekarang kalau ada yang ugal-ugalan, paling aku cuman tersenyum. Apalagi kalau yang ugal-ugalan cewek cantik. Selain aku berikan senyuman dan kedipan mata genit, ia juga aku kasih sepasang ember cantik. Wkwkwkwkwk.

See also  HAL- HAL MENGESANKAN KETIKA NAIK KERETA API

Ternyata menghadapi sesuatu yang mengesalkan, ya para bikers ugal-ugalan itu, jika dihadapi dengan suasana hati yang rileks dan senang (kasih senyuman),hati kita lebih sejuk. Otomatis jika hati kita sejuk dalam menghadapi bikers ugal-ugalan itu, kita tidak terpengaruh untuk berbuat sesuatu yang tidak baik atau bahkan lebih buruk dari bikers itu.

Keep you heart on the street 🙂

0 comments

  1. Bulan Ramadhan aja ga mampu buat nahan emosi manusia kalau lagi di jalan raya Indonesia mah. Sabar dan disiplin menguap. Dan sepertinya kita jadi punya kepribadian ganda saat berlalu lintas.
    Saya sebenernya pengendara yg baik, tapi kadang-kadang ketularan sama mayoritas. :mrgreen:

  2. hmmm iya banget tuh Mas, ngadepin yang ugal2an dijalan itu bikin esmosi.
    Nggak jarang aku teriak, di lampu merah yang diterobos.

    Padahal kan itu akan berakibat ke kesalamatan diri sendiri yah, nggak sayang nyawa namanya 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *