Tips Menghadapi Bisnis yang Bangkrut

Posted on

Selamat pagi dan selalu pagi saya sampaikan pada sukses preneur yang masih berkenan membaca postingan di blog saya yang kebetulan masih berhubungan dengan webminar malam ini πŸ™‚

Pada suatu ketika, salah satu sahabat saya bercerita tentang dirinya yang diundang guna mengisi materi seminar di salah satu kota besar di negeri ini. Katanya, ada beberapa orang yang juga merupakan penyelenggara seminar yang nyeletuk seperti ini. “Kok ngundang dia. Emangnya dia siapa? Apakah dia pakarnya kok diundang seperti ini?”

Ha ha ha…

Ternyata nyinyir juga sahabat saya mendengar celetukan seperti itu. Dia memang mengakui kalau dia ndak begitu terkenal di dunia maya, apalagi di dunia Luna, eh nyata maksud saya. Mana mungkin bisa diundang kalau tak dikenal di dunia seperti itu. Ha ha ha.

Mungkin itu juga sebagai bahan instrospeksi buat saya. Jika belum dikenal di dunia maya dan nyata, mana mungkin diundang sebagai pengisi seminar yang konon seminarnya keren dan dahsyat. Mbuehehehe….. Oleh karena itu, mungkin saya juga harus rajin-rajin mengorbitkan diri sebagai “tukang nggombal” di dunia perseminaran… Wkwkwwkwkwkwk……

Baiklah, kita lupakan saja soal tenar-tenaran yang kadang bisa bikin sakit panu, kadas, kudis kurap, jamur de…… es …..be………..

Kali ini kita akan sama-sama belajar menghadapi situasi yang bisa dikatakan sangat menyakitkan bagi seorang entrepreneur. Apa itu? Bangkrut!

Eits, tapi sebentar dulu…. Kenapa saya mengatakan sama-sama belajar? Apakah saya kurang percaya diri untuk menyampaikan webminar kali ini? Hayooo ngaku mas Dacho!  πŸ™‚

Saya mengatakan sama-sama belajar, karena ilmu itu luas. Bagi saya, tidak ada orang yang “paling” di dunia ini. Karena yang “paling” di dunia ini adalah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Perkasa. Disamping itu, bisa saja ada sesuatu yang saya ketahui namun tidak sobat ketahui. Dan sebaliknya, bisa jadi sobat mengetahui sesuatu yang tidak saya ketahui. So, sama-sama belajar adalah sesuatu yang sangat memungkinkan di malam ini πŸ™‚

Kembali ke masalah bangkrut. Saya yakin dengan sepantas-pantasnya bahwasanya setiap orang terutama para preneur muda seperti sobat semua, tidak ingin mengalami kebangkrutan. Tapi saya ingatkan, sebagaimana yang pernah disampaikan dulu, bahwasanya bangkrut adalah salah satu resiko yang harus siap dihadapi oleh para entrepreneur. Dan sebagai preneur-preneur muda, kita harus mempunyai seni tersendiri guna menghadapi masalah kebangkrutan ini.

See also  JIKA TERJADI GEMPA BUMI, APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Alhamdulillah saya pernah mengalami masalah bangkrut ini. Saat itu, perusahaan komanditer yang saya dirikan bersama empat orang teman saya mengalami kebangkrutan di tahun 2001. Perusahaan yang bergerak di bidang jual beli dan service komputer tersebut harus saya relakan “hilang” dari peredaran dunia bisnis di Purwokerto.

Bingung, marah dan stress bercampur menjadi satu. Ya sama lah seperti dari Sabang ke Merauke. Berjajar pulau-pulau. Kalu saya ya berjajar perasaan galaunya waktu itu. Ha ha ha.

Bagaimana tidak bingung, marah, dan stress lah wong duit yang saya gunakan untuk mendirikan usaha itu adalah dui hasil ngutang ke bank dicampur duit yang rencananya mau digunakan untuk mengambil kuliah S1.

Modiar……………….!

Wuih sadis nian bahasanya πŸ˜›

Eh ngomong-ngomong apa yang menyebabkan perusahaan sampeyan bangkrut mas Dacho?

Ya, susah sih ngejelasinnya disini, soalnya berhubungan dengan harkat dan martabat sesama manusia. Namun demi sobat preneur semua, akan saya sampaikan mengapa usaha tersebut bangkrut. Tentu saja dengan cara-cara yang romantis. Ya seperti biasalah, gombal is the best. Mbuehehehe.

Setelah melalui perenungan dan penayangan ulang, maka secara garis besar penyebab kebangkrutan usaha saya dan teman-teman waktu itu adalah sebagai berikut :

Pertama, Terlalu banyak orang dalam usaha tersebut. Mungkin bagi beberapa orang hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun untuk usaha dalam skala yang tidak begitu besar (kebetulan skala usaha saya waktu itu, menurut saya, tergolong kecil), idealnya kita tidak perlu mencari pemodal lebih dari tiga orang. Bila perlu cuma dua orang. Bahkan kalau mempunyai modal banyak, sebaiknya bangun usaha sendiri saja dulu. Berdasarkan pengalaman saya, jika ada rekan yang sifatnya sama-sama keras dan merasa mempunyai kelebihan dibanding yang lain, maka itu akan menjadi awal bencana untuk usaha kita. Kenapa? Karena akan terlalu banyak perdebatan didalamnya. Percuma bro dan sis sem Harusnya udah closing, malah masih pusing menentukan target konsumen dan masalah lainnya yang tidak begitu penting. Oh ya, syukur-syukur kita joint sama saudara sendiri saja. Kan sudah hafal watak masing-masing. Yang penting berkarakter entreprenuer πŸ™‚

Kedua, Adanya faktor ketidakpercayaan pada komanditer/pemodal. Yang ini ndak perlu saya jelaskan lebih lanjut. Saya pikir sobat preneur semua sudah sangat paham πŸ™‚

See also  CARA MENEMUKAN CALON PEMBELI

Ketiga, Kurang keterbukaan tentang masalah keuangan. Ah, yang ini saya rasa juga sudah sangat jelas. Intinya, keterbukaan soal manajemen keuangan harus diutamakan. Tidak boleh main asal-asalan atau gampangan. Walaupun teman sendiri, tapi harus diterangkan sedetil mungkin perihal kondisi keuangan yang ada.

Keempat, Faktor sumber daya manusia yang kurang sesuai dengan bidangnya. Artinya, jika kita menyerahkan sesuatu kepada yang tidak memiliki ilmunya dan tidak berpengalaman, maka itu akan menjadi ancaman kebangkrutan untuk perusahaan kita. Tempatkan jabatan seseorang sesuai dengan kadar ilmu dan kemampuannya. Jangan asal tunjuk ketika melakukan tugas manajerial perusahaan.

Yang terakhir tidak saya bicarakan mendetil disini. Saya kasih klu saja, lagunya The Changcuter yang berhubungan dengan racun dunia πŸ™‚

Nah, dengan mengetahui beberapa sebab kebangkrutan, yang dalam hal ini saya memberikan contoh kejadian pada usaha milik saya sendiri, maka diharapkan sedini mungkin untuk sobat preneur guna mengantisipasi masalah bangkrut ini. Saya yakin pada masing-masing usaha yang pernah bangkrut pemicu kebangkrutan tersebut bisa bermacam-macam. Apa yang terjadi pada usaha milik saya, belum tentu sama dengan yang dimiliki orang lain. Tapi intinya ya satu itu, bangkrut!

Nah, jika usaha kita bangkrut, maka yang bisa kita lakukan diantaranya adalah :

Pertama, tenangkan diri terlebih dahulu. Jangan sampai ketika kita bangkrut, justru kita diombang-ambingkan oleh perasaan yang tidak jelas atawa galau. Justru ketenanganlah yang harus kita lakukan. Dengan ketenangan tersebut, maka keputusan yang akan kita ambilpun merupakan keputusan yang tidak asal comot ide saja. Tapi merupakan hasil pemikiran yang mendalam. Jangan takut dan ragu untuk datang ke psikiater, guru spiritual, ataupun kepada keluarga dan sahabat kita. Sampaikan keluh kesah dan mintalah pendapat dan do’a kepada mereka agar kita mendapatkan solusi yang terbaik.

Kedua, cobalah inventarisir kekayaan yang ada pada usaha kita. Mungkin ada meja, kursi atau apapun itu yang tidak masuk dalam penghitungan kebangkrutan usaha kita. Maksudnya seperti ini, barang-barang tersebut adalah barang-barang yang tidak ikut dalam jaminan hutang dan merupakan aset pribadi kita. Pada kasus di usaha saya, masih ada beberapa komputer yang bisa diambil dan dibagi untuk beberapa komanditer. Setelah menginvetarisir aset, maka langkah selanjutnya adalah menggunakan ataupun menjual aset tersebut. Tentu saja dalam rangka mengurangi beban bangkrut usaha kita. Syukur-syukur aset tersebut bisa digunakan lagi untuk kembali bangkit berwirausaha. Ingat, tak ada yang instan di dunia ini kecuali makanan instant! Itupun berbahaya untuk kesehatan manusia πŸ™‚

See also  Tips Efektif Mengatur Sistem Gaji Karyawan

So, cobalah untuk kembali merangkak bangkit!

Ketiga, Jika kita benar-benar sudah tak memiliki apapun ditempat usaha kita, maka hal yang harus dilakukan adalah jadilah pribadi yang kuat. Jangan mengeluh! Namun jika permasalahannya adalah berhubungan dengan hutang, maka yang harus kita lakukan adalah melobi kembali si pemberi hutang agar kita mendapatkan keringanan pembayaran/pelunasan.

Pada beberapa kasus, ada kok pihak bank yang bersedia memberikan toleransi kepada orang/perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Tidak saya sebut nama banknya, mereka bersedia menerima setoran berapapun asalkan setiap bulan kita setor/mencicil hutang kita. Tipsnya adalah, lobi mereka dengan kerendahan hati berupa permintaan maaf dan keterangan mengenai perusahaan kita yang bangkrut dan buatlah kesepakatan pada bulan/tahun keberapa kita bisa melunasi hutang tersebut.

Keempat, Let’s move on. Bisa menjadi karyawan, part timer, dropshipper, reseller, atau apapun itu yang menghasilkan fulus alias duit. Ketika dulu saya bangkrut, komputer yang menjadi aset pada usaha saya, saya jual. Saya berdagang keliling menjual minyak wangi, lipstik, sabun dan jamu tradisonal. Jujur saja, awalnya saya malu. Tapi setelah mendapatkan suntikan motivasi yang berasal dari diri sendiri, sahabat, dan keluarga maka saya lakukan itu dengan enjoy saja πŸ™‚ Kerja, kerja, kerja…. Bergerak jangan diam saja!

Kelima, Memakai jurusnya Ustadz Yusuf Mansyur. Sholat lima waktu berjamaah disertai sunah-sunahnya, puasa, dhuha, tahajjud, shodaqoh, infak selama empat puluh hari berturut-turut. Jangan lupa juga doa’nya sesuai dengan tuntunan nabi. Bisa sobat baca beberapa buku karya Beliau yang berhubungan dengan mukjizat-mukjizat rezeki.

Semoga tips dan ide-ide menghadapi kebangkrutan tersebut bisa bermanfaat untuk sobat preneuer semua.

Saya ingatkan ini, no closing, nothing. 

Thanks to Mastah Dewa Eka Prayoga atas inspirasinya πŸ™‚

0 comments

  1. Selamat datang mbak di dunia yg mengasyikkan ini, "bisnis".
    Saya mengalami sendiri mbak hal itu, bisnis bersama lebih dari 4 orang… terlalu banyak ini dan itu mbak … akhirnya bubaaar ….
    hehehe…

    Yupz, bagaimanapun juga kita tetap membutuhkan team dlm berbisnis. Diperlukan manajerial yg bagus utk memanage bisnis dan team tersebut….
    sukses mbak utk bisnisnya πŸ™‚

  2. Saya baru mau bisnis mas, tapi gak bareng sama temen, sendiri aja. Tetep butuh team tapi sebagai pihak yang ngebantuin aja. Alasan gak mau bareng temen karena banyak cerita dari temen yang bisnis nya banyakan dan yaaa akhirnya udahan.
    Btw makasih bacaan malamnya πŸ˜€

  3. Wah, sama tuh bang πŸ™‚
    Saat ini saya juga sedang merintis usaha kembali. Jualan baju πŸ™‚
    Modal terbilang tipis… di bawah satu juta. Kalau tidak salah 700 ribuan (saya lupa tepatnya berapa).

    Baiklah, sebelumnya saya iangin tahu dulu nih, abang jualan apa? atau mungkin punya usaha jasa apa gitu? hehehe…

    Sebelumnya juga saya minta maaf, saya bukan pakar bisnis lho, hanya sharing saja perihal pengalaman usaha…

    Nah, berkaitan dengan perasaan2 yg abang rasakan, sebagai pelaku bisnis hendaknya kita selalu berpikiran POSITIF.
    Walaupun bisnis kita terbilang "lambat" cobalah katakan : "Bisnis saya sedang merangkak ke tangga kesuksesan!"
    Kata2 adalah do'a, pikiran adalah kekuatan… Berkatalah bahwa bisnis kita sukses, berpikirlah bahwa kita sedang meraih kesuksesan… Jangan pernah putus asa. Siapa tahu, ditengah cobaan yg dahsyat ini, kesuksesan kita justru tinggal selangkah lagi!

    Pengusaha adalah manusia2 PILIHAN.
    Yuk baca buku2 BIOGRAFI para orang sukses, niscaya mereka adalah manusia2 yg terbiasa bergelut dg "kegagalan". Namun dg kegagalan tsb lah mereka justru semakin kuat utk menghadapi setiap cobaan.

    Saya pernah nonton kisah Pak HARI TANOE, Beliau pernah bangkrut, tidak punya apa2… Semangat utk bangkit kembali Beliau dapatkan ketika Beliau tdk punya apa2 dan waktu itu beliau berada di Singapore.

    Okey, berhubungan dg bisnis yg melambat, mari kita cek kenapa melambat…
    1. harga mungkin terlalu mahal dibanding pesaing
    2. kualitas produk/pelayanan mungkin kurang
    3. strategi marketing kita mungkin "keliru"
    4. Anda bisa mencari sendiri saya pikir… hehehe…
    Tips2 nya :
    1. Jangan dulu terlalu mengambil banyak keuntungan dari produk/jasa yg kita jual… "CARI NAMA DULU"
    Ini juga saya alami saat ini. Saya hanya mengambil keuntungan antara 3 ribu s.d 5 ribuan…. Alhamdulillah dalam waktu 2 bulan, saya sudah PUNYA STEMPEL baru…. "BAKUL PAKAIAN"…. Akhirnya, sekarang beberapa teman (teman kerja, temain main, sahabat2 yg lain), banyak yg pesen kaos ke saya… Bahkan tetangga dan beberapa teman on line saya juga pesan baju ke saya πŸ™‚
    2. Kasih mereka kejutan, contohnya hadiah…. baik berupa beli produk 3 dapat apa kek gitu… atau mungkin jika berkali2 menggunakan jasa kita, misalnya 3 kali berturut2 kasih mereka hadiah… mug, stiker, kaos, dsb…
    3. Jadikan teman/sahabat/tetangga/keluarga sebagai target pasar
    4. Jangan terlalu "berjualan saja."… Disamping berjualan, kasih para calon konsumen kita hal2 seperti nasihat, ide, solusi dsb… pokoknya yg bermanfaat buat mereka dech πŸ™‚

    Nah, berkaitan dengan ini :
    tanpa team work yang kuat, tanpa sokongan orang luar, tanpa relasi yang baik tanpa pelanggan yang tetap bahkan tanpa modal yang cukup…

    Satu saja tipsnya :
    GUNAKAN TIPS YG DI ATAS DAHULU…
    Hehehe..

    Good Luck and sukses buat usaha yg abang kerjakan!
    SEMANGAT BANG!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *