Antara Kau, Aku dan Beras

Posted on

Marilah kita membeli beras di trotoar-trotoar itu

selagi murah

selagi lumrah

Marilah kita membeli beras di trotoar-trotoar itu

selagi ada

selagi bisa

Marilah kita membeli beras di trotoar-trotoar itu

selagi asyik

selagi plastik

Terakhir, marilah kita menjual harga diri ini

selagi sepi

selagi ada pembeli

sejenak, lupakanlah berdikari

Karena berdikari

hanyalah milik para pemimpi

Kau

Aku

Kita

Hanyalah cerminan semata

Selamat datang dusta

See also  AKU BERHARAP TAK ADA HUJAN DI SORE INI

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *