SAMPAH-SAMPAH DI SAWAH

Posted on

Kemarin, pagi-pagi sekali, aku harus bergegas mengantar isteriku ke salah satu universitas ternama di Purwokerto untuk mengikuti seminar. Kalau ndak salah, seminar yang diikuti oleh isteriku adalah seminar perpajakan. Maklumlah, isteriku itu kan bergelut di dunia akuntansi. So, dengan penuh semangat ia mengikuti seminar tersebut. Apalagi di seminar itu ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya waktu kuliah dulu. Ramai, kata isteriku.

Okey, aku ndak akan membincangkan keseruan “reunian” isteriku dengan beberapa sahabatnya waktu kuliah dulu, aku hanya ingin mengatakan pada manusia-manusia yang biasa lalu lalang di sekitar areal persawahan di universitas tersebut. Oh ya, areal persawahan tersebut berada di sebelah tenggara universitas tersebut. Aku hanya ingin mengatakan, “Please jangan buang sampah di sawah!” Gitu aja 🙂

Entah apa yang ada dipikiran mereka-mereka yang membuang sampah di areal persawahan tersebut. Kok bisa-bisanya membuang sampah di sawah. Padahal di sebelah barat sawah-sawah tersebut masih ada lahan kosong. Bahkan ada tempat pembakaran sampah. Huh, menyedihkan!

Selain “mengotori” sawah, sampah-sampah tersebut sungguh mengganggu pemandangan, terutama pemandangan mataku ini 😉

Pertanyaanku, sampai kapan sawah tersebut akan terkotori oleh tangan-tangan manusia yang notabene juga makan nasi. Ya, nasi. Bukankah sebagian besar nasi yang kita makan sehari-hari adalah nasi yang berasal dari gabah di sawah?

Sudahlah, aku akhiri saja cerita sampah-sampah di sawah itu seraya berharap semoga ada kepedulian dari warga sekitar, terutama para mahasiswa yang biasa melewati areal persawahan tersebut. Bukankah mahasiswa adalah salah satu corong perubahan? Hehehe.

Untuk saya pribadi, cukuplah mengambil sedikit sampah tersebut. Kenapa sedikit? Karena hari sudah siang dan aku harus bergegas menuju ke tempat kerjaku yang jaraknya 40-an kilometer dari sawah tersebut 😉

See also  HILANG PERMATAKU.... HILANG PUISIKU.... YANG KUTULIS SEJAK DULU KALA

Untuk pemerintah daerah bagaimana? Ya silahkan bekerja sebagaimana mestinya. Bukankah Banyumas baru saja melaunching Better Banyumas pada hari jadinya kemarin?   🙂

0 comments

  1. hehehe… iya tuh…… gaung BETTERBANYUMAS nya menurutku emang kurang 🙂
    Ketika melihat ciliwung, waduh itu sungai kok kek gitu! eh, ternyata di daerahku ada sawah yg isinya sampah 🙁

    Ya kirim saja peringatan berupa "orang2 yg peduli"… jangan bencana/musibah… hehehee…

  2. Saya sedang menulis tentang Banyumas, dan baru tahu kalau ada Better Banyumas :hehe.
    Yah, ini membuktikan lagi kalau kesadaran akan kebersihan masih sangat kurang di masyarakat Indonesia ya, Mas. Apa Tuhan perlu mengirim sesuatu supaya kita sadar? Moga-moga nggak, sih *cari tempat sampah terdekat*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *