PERCAYALAH, TUHAN ITU TIDAK ADA

Posted on

Untuk pertama kalinya aku bertemu dengan wajah itu. Wajah yang selama ini tertutupi hanya dengan sebuah nama. Manusia Biasa. Begitu nama akun blog miliknya yang dengan setia hampir setiap postingannya aku baca.

Sungguh tak ada sesuatu yang istimewa yang muncul dari dirinya. Begitu kesan pertama kali ketika aku bertatap muka dengannya. Hanya satu ciri yang menonjol, badannya besar. Ah, untuk ukuran orang asia, dia terlalu besar. Rambutnya yang gondrong dan mulai terlihat memutih semakin menambah kekhasan dirinya.

“Bagaimana anak muda, apakah engkau masih percaya dengan adanya Tuhan?”

Suaranya menggelegar. Mungkin dari sudut gedung ini yang letaknya sekitar dua puluh meteran dari keberadaan kami, suara itu masih bisa terdengar dengan jelas.

Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu. Lantas ia pun kembali berbicara dengan kata-kata yang sudah sangat familiar di mataku. Ya, dimataku. Karena kata-kata yang ia ucapkan itu senantiasa muncul di home blog miliknya. Ha ha ha.

“Percayalah, Tuhan itu tidak ada.”

Kemudian ia melanjutkan kembali kata-katanya. “Ia hanyalah ilusi yang hadir pada otak dan perasaanmu saja. Percayalah!”

Sebatang rokok mild ini belum habis ketika ia pergi begitu saja. Tanpa kata-kata selanjutnya, tanpa basa basi berikutnya.

Ah, mungkin Tuhan memang tak ada. Atau….. jika ada yang menganggap-Nya ada, mungkin ia hanya sedang bergurau saja. Bukankah masih banyak kezaliman yang dikerjakan oleh manusia-manusia yang konon beragama?

Ahai tiba-tiba hape ku bergetar Ada SMS rupa-rupanya. JIKA TUHAN ITU ADA, MAKA AKUPUN PERCAYA KALAU SETAN JUGA ADA.

0 comments

  1. Jadi sebenarnya alamar blog dia itu yang mana, Mas? Kok ya saya jadi penasaran :hwaa. Ceritanya nyata sekali Mas, sampai-sampai saya kalau tidak membaca kategori "Cerpen" bakalan menganggap ini kisah nyata betulan yang dirimu alami sendiri… eh, atau memang sebenarnya demikian?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *