Adakah Sisa THR di hatimu? eh, kantongmu?

Posted on

Akhirnya bisa nongol lagi disini… Maklum, sepersekian detik saya menghilang dari jagat persilatan dunianya si maya karena saking sibuknya saya di dunianya si nyata 😉

Oh ya, ngomong-ngomong walaupun sangat telat, saya beserta keluarga kecil saya mengucapkan happy idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. Dimaapin ya?  😉

Bicara soal lebaran alias idul fitri, maka pembicaraan kita kali ini juga tidak akan lepas dengan yang namanya baju baru, sepatu baru, celana baru, sendal baru, isteri baru..#eh!

Disamping itu, ada juga yang namanya ketupat lebaran, opor, soto, roti, dan sirup. Apa lagi coba? Mbuehehe.

Entah siapa yang mengajari hal-hal tersebut di atas. Perasaan guru-guru saya waktu sekolah, dan dosen-dosen saya juga tidak mengajari harus beli sesuatu yang serba baru di hari raya idul fitri.

Tapi ternyata, ketika saya masih kecil dan imut (sekarang juga sama, cuman tambah ganteng) orang tua saya senantiasa membelikan baju baru untuk menyambut hari raya 🙂

Jadi orang tua dong yang ngajarin? Entahlah…. Nyatanya, walaupun saya dibelikan baju baru, ternyata kedua orang tua saya tidak selalu memakai baju baru di hari raya. Bukannya sombong nih, bukan berarti ayah saya tidak mampu untuk membeli baju baru, membeli sepeda motor saja yang waktu itu jarang yang punya, eh ternyata ayahku mampu beli lho. Namun, karena Beliau enggan belajar naik sepeda motor, akhirnya sepeda motor itu menjadi cerita yang lumayan pahit. Motornya dijual oleh……… ah, ndak boleh buka-buka rahasia 😉

Yupz, pakaian baru, makanan nikmat, dan angpao adalah hal-hal yang sulit dihindarkan di hari raya ini. Sudah menjadi tradisi. Sekali lagi, entah siapa yang mengajari. Jangan-jangan kamu! HAYOO NGAKU! hehehe…

See also  KETIKA PARA LELAKI MACHO BERTEMU DI SUATU WAKTU

Bukannya saya menolak atau tidak menyetujui hal-hal seperti disebutkan di atas, justru sebagai muslim saya bangga. Kenapa? Saya pikir tidak ada salahnya kita membeli pakaian baru, asesoris baru, membeli roti dan beberapa makanan dan minuman lezat. Ada hikmah di dalamnya. Ya hikmah.

Dengan pakaian baru, maka diharapkan semangat kita terutama iman kita terbarukan. Bukankah kita sudah melatih diri kita untuk menjadi manusia bertakwa selama Ramadhan?

Dengan makanan dan minuman yang belum tentu setiap hari kita maupun tetangga kita menikmatinya, maka dengan menyediakan makanan dan minuman tersebut, secara otomatis kita telah memberikan kebahagiaan dan kehormatan pada keluarga dan tamu-tamu yang datang ke rumah kita. Iya nggak sih? Iya in aja dech…   🙂

Oh ya berkaitan dengan angpao, bukankah itu juga termasuk bahagian dari sedekah? Wuihh.. top markotop dech dengan adanya Idul fitri ini.

Oh ya, ngomong-ngomong, adakah sisa THR di hatimu? eh kantongmu? Mbuehehehe….

THR

0 comments

  1. hahahaaa………
    ada "teman" nih rupanya…
    saatnya mengumpulkan pundi2 emas kembali… mbuehehheee….

    bicara datang dan pergi, jadi inget lagu lama yg dulu kunyanyikan waktu perpisahan ketika aku SMP…
    "Mengapa… terlalu pahit untuk dikenangkan…."
    judule JUMPA TUK BERPISAH 🙂

  2. hahahaa… benar benar …. benar banget tuh bang…
    bukan hanya buat anak saja, tapi juga buat sang bidadari…
    hihihiy..

    oh iya yah… gak jaman kantong kantongan sekarang… jamannya bank bank-an.. hahahaaa…

  3. zaman kecil…. kita dibeliin baju baru… sekarang… kita yang beliin baju baru buat anak 😀

    alhamdulillah…. THR nggak ada di kantong. tapi masih di rekening 😀

  4. Berhubung pada hakikatnya semua yang ada di dunia ini akan datang dan pergi pada saatnya, yah demikian pula halnya dengan THR, Mas :haha *jujur*. Semuanya pasti akan datang dan pergi, yang berbeda cuma masalah waktu… sekarang sebagai manusia biasa kita cuma bisa merindukan yang telah pergi untuk menantikan yang akan datang… *bilang THR udah habis dalam beberapa hari saja susah bener yak saya ini :haha*.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *