Tidurlah Hen!

Posted on

Sehabis bertemu denganmu, entah kenapa aku selalu lupa bahwa aku pernah berjumpa denganmu. Aneh? Tidak juga! Karena itu hampir terjadi berulang-ulang.

Sama halnya dengan yang terjadi pada sore tadi, “Kak, tadi malam aku lupa mengembalikan bunga ini padamu!”

Tadi malam? Apa yang terjadi semalam? Bukankah aku tak kemana-mana? Tapi kenapa tadi sore Rara berkata seolah-olah semalam dia berjumpa denganku. Bawa bunga segala. Aku benar-benar heran dibuatnya.

“Hen, apa yang sedang kau pikirkan? Hari sudah menjelang pagi. Tapi kenapa engkau masih belum tidur juga?”

“Mak, apakah semalam aku bepergian keluar rumah? Perasaan aku hanya berbaring disini semalaman. Tolong mak jawab pertanyaanku ini! Aku benar-benar bingung dengan keadaanku saat ini.”

“Kau tidak kemana-mana Hen! Hanya pikiranmu saja yang kemana-mana. Sudahlah, tidur sana! Besok, pagi-pagi sekali kita harus ke rumah sakit lagi. Istirahat sana!”

Ke rumah sakit lagi? Ah, apa-apaan pula ini. Menurutku keadaanku baik-baik saja. Seluruh tubuhku terasa sehat. Bahkan tadi pagi ketika hari masih gelap, aku bisa berlari jauh. Jauh sekali. Benar-benar jauh. Padahal aku sama sekali tak mengenakan selembar pakaianpun.

Rumah sakit? Sakit apa aku ini?

See also  CAWET

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *