MAKAR

Posted on

Selamat siang dulur-dulur semua. Bagaimana kabar kalian hari ini? Sudah makar? Wkwkwkwk…

Nah, akhir-akhir ini lagi ramai berita tentang makar. Tak kurang, beragam media menyiarkanya dengan gencar.

Selain gencarnya berita media tentang makar, berita tentang pemilihan kepala daerah atau pilkada Jakarta juga ramai saudara-saudara.

Kembali ke makar…

Sebelum kita membahas tentang makar, ada baiknya kita bahas terlebih dahulu, apa itu makar?

Makar berasal dari kata Ma dan Kar. Kata ini tidak berasal dari luar negeri, apalagi luar celana. Tidak sama sekali!

MA adalah akronim dari Memang Aku.

KAR akronim dari KAngen Rupamu (wajahmu)

MAKAR berari memang aku kangen rupamu (wajahmu).

Nah, dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan, jika seseorang sedang MAKAR, maka secara otomatis langsung ditangkap tanpa melihat bahkan menimbang undang-undang yang berlaku. Tidak sama sekali!

Orang yang akan atau sedang makar, secara langsung, tanpa babibu maupun kambingbu akan ditangkap oleh perasaan-nya sendiri. Rindu. Itulah sang penangkap para pemakar.

Tanpa disertai undang-undang cinta maupun pengkhianatan, mereka yang sedang makar akan langsung ditangkap oleh perasaan berupa rindu kekasih.

Itulah pembelajaran kita pada siang ini. Jika kamu dilanda makar, pliss dech temui aku di pojok rindu. Cieee ciee cieee…

Miring ah biar kekinian 🙂

 

See also  Pliss lah.... Pergi dari Hatiku (Essay Cinta)

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *