Agrowisata Kaligua Bumiayu

Kebun Teh Kaligua Bumiayu

www.masdarsono.com – Agrowisata Kaligua Bumiayu


Selamat apa saja wahai kisanak dan nyisanak semua.

Apakah kalian sudah pada mandi? Jika belum, cepatlah tidur. Setelah itu bangunlah. Nah, sesuai lagu zaman old, setelah bangun tidur itulah kita baru mandi. Hahahaa….

Setelah beberapa bulan yang lalu saya berkisah tentang salah satu objek wisata di sekitar Brebes, tepatnya Paguyangan, kali ini sama. Saya juga akan berkisah tentang pengembaraan saya bersama beberapa pendekar dari dunia ndak jelas masih di sekitar kabupaten Brebes.



Agrowisata Kaligua Bumiayu

Kali ini saya bersama anak-anak IASDA. COMMET, dan juga teman satu kerjaan mengadakan touring and gathering ke Agrowisata Kaligua Brebes.

Agrowisata Kaligua ini lebih dikenal dengan nama Kebun teh Kaligua Brebes. Yups, karena ada pabrik teh yang konon didirikan sejak zaman dahulu kala. Belande coy πŸ™‚

Agrowisata Kaligua adalah kawasan wisata agro dataran tinggi yang terletak di Desa PandansariKecamatan PaguyanganKabupaten BrebesJawa Tengah. Tepatnya di wilayah Brebes bagian selatan. Agrowisata Kaligua dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi usaha untuk meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah. Hasil pengolahan perkebunan teh Kaligua adalah berupa produk hilir teh hitam (black tea) dengan merk β€œKaligua” dalam kemasan teh celup dan serbuk. Wisatawan yang berkunjung dapat menikmati hangatnya teh hitam Kaligua di lokasi atau membelinya untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. (WIKIPEDIA).

Kebun teh Kaligua

Pada mulanya kegiatan ini hanya ditujukan untuk anak-anak IASDA (Ikatan Alumni SMP Negeri 2 Jatilawang). Tapi berhubung bro dan sist dari Communitas Metic (COMMET) Jatilawang juga tertarik, akhirnya kami gabung untuk mengadakan touring and Gathering ke agrowisata Kaligua.
Kenapa agrowisata Kaligua yang menjadi destinasi pilihan kami? Karena selain berbau gunung (ehemmm), konon katanya disana banyak sekali fasilitas yang bisa kita nikmati selain kebun teh.

Dan benar saja, ternyata banyak fasilitas yang berada di agrowisata Kaligua tersebut.

Di samping kebun teh, terdapat beberapa situs wisata menarik yang berada di seputaran Kaligua. Misalnya Goa Jepanh, Tuk Benih, Gua Angin serta makam pendiri kebun Van De Jong. 
Beberapa vila milik perkebunan bisa dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin bermalam.
Untuk melayani wisatawan, pihak perkebunan menyediakan fasilitas homestay (penginapan) yang cukup baik. Di samping itu tersedia pula gedung pertemuan, area outbond, area perkemahan, lapangan olahraga, kafe, pusat layanan kesehatan, sarana ibadah, dan lain-lain. Selain itu, pengunjung dapat memilih beberapa paket wisata yang disediakan.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, di sekitar Pandansari, terdapat sebuah tempat wisata yang tergolong langka. Yakni, sebuah telaga yang dihuni jutaan ikan lele jinak, tepatnya di Telaga ranjeng.
Lokasi telaga itu berada di tengah hutan lindung.

Alasan selanjutnya kesana, karena jarak dari tempat kami (Jatilawang) tidak begitu jauh. Kurang lebih satu jam, bahkan pada kenyataanya hanya kurang lebih 50 menitan kita bisa sampai di objek wisata kaligua.

Oh ya lupa… Selain dari IASDA dan COMMET, rekan kerja saya juga ikutan pakai mobil… Hehehe…

Yupz, pada dasarnya ini adalah agenda rutin IASDA. Touring bermotor adalah salah satu kegiatan yang sengaja kita rutinkan untuk menjalin silaturahmi sesama teman alumni.




Perjalanan ke Agrowisata Kaligua Bumiayu

Sesuai kesepakatan, titik kumpul kami di almamater sekaligus tempat kerja saya, SMP Negeri 2 Jatilawang.

Tadinya sih mau berangkat jam tujuh teng. Biasalah… Ngaret. Apalagi ada yang ndadak cari boncengers yang cakep biar kagak malu-maluin pas turun dari motor… Njirrr…

Dari puluhan motor yang terdaftar, hanya beberapa saja yang nongol. Dan ketika teng jam setengah depalan, belum juga muncul tuh motor-motor yang gosipnya mau ikut.

Ada yang nyantol di pohon lah…
Ada yang nyantol di tiang listrik lah..
Ada yang nyantol di ketiaknya janda lah..

De.. el… el….

Pokoknya berbelas alasan yang pada ujungnya mereka tidak bisa ngikut…

Apakah kami kurang semangat karena berkurangnya peserta?

Tentu saja tidak!

Karena duitnya emang cekak… Wakakakakakakk….  Alhamdulillah πŸ˜‰

Jam delapan pagi kami tancap gas ke agrowisata Kaligua.
Ceileh, namanya juga rombongan ABG, ada saja hal-hal yang terjadi selama perjalanan.
Yang pertama…. Rantai motor saya bermasalah.
Hahahaha…. ABG bangedz πŸ™‚
Dan apesnya, ketika saya lagi betulin rantai, tuh rombongan pada ngacir sajah tanpa memperhatikan wajah ganteng ini. kamfrettt…
Alhasil saya ketinggalan..
Dengan kekuatan datang bulan saya kejar mereka… Eh, ndak kena juga. Padahal saya ndak tahu tempatnya dimana.. Njir…
Dan yang saya herankan, teman kerja saya yang pakai mobil juga ndak terkejar. Seingatku, motor berjalan 130 KM/jam… Huft!
Untunglah tertolong tulisan besar di kanan jalan sebelum flyover Bumiayu. KALIGUA.. Argh, ndak tersesat akhirnya saya.
Saya pikir lokasi sudah dekat, ternyata masih jauh coy…
Jalan yang berkelak kelok naik turun justru menjadi sensasi tersendiri bagi motor baru saya. Wkwkwkwk…
Benar-benar kamfrettt… Untuk kesekian kalinya saya hampir tersesat. Good feelling saya akhirnya menuntun saya sampai di lokasi agrowisata Kaligua. Dingin coy…
Tapi tunggu dulu… Ada satu pemandangan yang ganjil.
Mobil teman kerjaku belum kelihatan. tersesat… Begitu gumamku…
Betul saja… Ternyata teman kerjaku tersesat cukup jauh. Mendekati tol bro… Hahahaaa…
Saya putuskan untuk menjemput… Alhamdulillah kami bertemu di tengah perjalanan sebelum jalur Bumiayu-Tegal. Selamatlah kami.. Wahahahaa… Lebay.
Hal pertama yang kami nikmati adalah… Teh Kaligua.
Rasanya… Nyegerin coy πŸ™‚

Oh ya, saya lupa tiket masuknya berapa. Soalnya saya dibayarin… Mbuehehehe.

Nungguin teman yang tersesat ketika ke Agrowisata Kaligua

Setelah puas menikmati teh di depan lokasi tiket masuk sembari makan goreng-gorengan, kami pun masuk ke objek wisata dengan mengendarai motor kami masing-masing.

Treknya lumayan menantang bro.
Belum diaspal. Hanya batu-batu yang dipasang. So, asyik ini untuk motor saya. πŸ™‚

Lokasi parkir di depan loket tiket masuk Agrowisata Kaligua

Langsung kami menuju ke beberapa objek disana. Berikut penampakannya.

Pintu masuk ke tuk bening, air mata abadi yang penuh keajaiban 

di agrowisata Kaligua

Aslinya ganteng

Begitu kita memasuki gerbang utama, kita akan dihadapkan pada objek wisata tuk. Mata air abadi ini merupakan salah satu objek yang dihandalkan di Agrowisata Kaligua ini.

Selain kalian bisa bermain air dan bebek-bebekan (hahahaa), banyak sekali objek yang sangat indah untuk berselfie ria. πŸ™‚
ASELI!!!

Agrowisata Kaligua Bumiayu

Ini jembatan yang sangat difavoritkan oleh pengunjung untuk berselfie ria. Termasuk si tamvan di atas itu. πŸ™‚

Kagak boleh pacaran disitu!!!! Gkgkgkgk..

Beberapa hasil jepretan kamera hape saya … Hehehe.. Lumayan πŸ™‚

Setelah lumayan capek bolak balik disekitar tuk, kita pun menikmati makan pagi setengah siang di objek wisata tersebut.
Untuk kuliner jangan khawatir boy, enak-enak kok. Dan minumannya jangan lupa pakai teh Kaligua. Nyegerin banged. Ini tehnya beda lho. Bisa ditanyakan langsung ketika kalian kesana… Mbok nganu…Argh.. Ngiklan gitu πŸ™‚
Aslinya saya tidak ngerokok, namun berhubung fotografernya nyuruh saya action, maka rokok saya jadikan tumbal.  Mang enak!!! hahaha..
Alasan selanjutnya, siapa tahu DJARUM SUPER butuh bintang iklan… Hahahaha…
Tempat makannya asyik coy. Tuh di atas.. Pemandangan pegunungan terhampar dengan indahnya. Sayang kagak bawa gandengan pas kesitu πŸ™‚

Goa Jepang Kaligua

Setelah makan siang, kami melanjutkan ke objek berikutnya, Goa Jepang.
Dari tuk tadi kita bisa jalan kaki. Kalau tidak mau repot, naiklah odong-odong. Murah… Gak nyampe satu juta. Hahahaha…
Berikut penampakan ketika kami berada di goa Jepang.
Goa Jepang Kaligua

Namanya juga goa Jepang, maka yang membuat konon orang-orang desa Pandansari yang dipaksa atau romusha. Jepang emang kejam yoh… tapi itu dulu. SEKARANG? Entahlah .. Hehehe…

Salah satu penggambaran Romusha ketika membuat goa Jepang

Goanya gelap lho…

Hihihy.
ABAIKAN YANG DI BELAKANG GUE….
Dapet togel mas?
Hahahahaa….
Foto berikutnya tolong diperhatikan dengan seksama πŸ™‚

Apakah mereka kembar?
hihihiy…
Kurang lebih 15 menitan kami di goa Jepang Kaligua tersebut. Lumayan panjang dan lama lah untuk ukuran gua buatan manusia jaman itu.
Setelah puas di goa Jepang kami pun ke tempat semula, ke tuk. Ada yang naik odong-odong, ada juga yang jalan sambil gandengan… Gandengan truk maksudnya. Wkwkwkwk…
Nah, cukup sekian keseruan saya ketika mengadakan touring ke Agrowisata Kaligua Bumiayu.
Untuk kisah-kisah seru dan menegangkan lainnya, silahkan bisa teman-teman lihat dilink ini.
Salam travelling πŸ™‚

Note

Paket wisata di Agrowisata Kaligua

  • Wisata Edukasi/ilmiah; perkebunan teh, budidaya, persiapan benih, pemeliharaan, panen, pengolahan pabrik, produk siap seduh. Umumnya para pelajar dan mahasiswa sering berkunjung ke Pabrik untuk melihat langsung budidaya teh dan proses pengolahan teh.
  • Wisata Rekreasi Keluarga (Family gathering) dilengkapi taman bermain anak, kolam renang air hangat untuk anak-anak. Umumnya pada hari libur nasional dan hari minggu banyak yang berkunjung ke kebun teh dan telaga Ranjeng.
  • Wisata historis/budaya.
  • Wisata Petualangan ; permainan & outbond dapat juga sebagai pos awal pendakian menuju gunung Slamet. Setiap musim liburan sekolah banyak para siswa yang mengadakan kegiatan kemah, sekaligus outbound. Disamping itu karyawan perusahaan swasta di wilayah Brebes, Tegal, Cirebon, dan Purwokerto juga mengadakan corporate gathering. Perusahaan swasta besar dari Jakarta juga pernah mengadakan pertemuan di kebun Kaligua.
  • Wisata bisnis ; MICE (Meeting, conference, incentif, exhibition)
  • Wisata kebun (stroberi, kubis, kentang, tanaman hias)
  • Wisata olahraga (tennis, sepak bola, bola voli, billyard)

Sumber : Wikipedia dan catatan perjalanan saya sendiri


THE HIDDEN PARADISE

Hoaaammmm…..

Alhamdulillah bisa bangun pagi-pagi banget. Disamping kebelet pipis, saya juga mempunyai kerjaan sampingan, cuci cangcut sob! Bahaya kalau hari ini ndak nyuci itu barang beserta isinya Wkwkwkwkwk…

Baiklah pans, postingan kali ini saya beri tittle the Hidden Paradise. Kalau diterjemahkan kurang lebih artinya adalah seperti ini : “JANGAN PIPIS SEMBARANGAN!”  Weka weka. 

Hari Minggu kemarin, merupakan hari bersejarah buat mantan-mantan saya saya dan anak-anak eks dewan penggalang di sekolah tempat kerja saya.

Sudah menjadi adat, setiap tahun kita mengadakan perpisahan untuk eks anggota dewan penggalang. Kalau tahun kemarin kita ke Baturaden dan Andhang Pangrenan (belum sempat saya posting dikarenakan poto-potonya pada pergi entah kemana) maka tahun ini kami mengadakan perpisahan di suatu tempat yang oleh beberapa orang dosebut sebagai surga yang tersembunyi alias Hidden Paradise.

Lupakan sejenak si kaos putih yang menawan… wkwkkwkwkwk

Yupz, tempat tersebut adalah pantai Menganti.


Pantai Menganti merupakan salah satu pantai yang terletak di kabupaten Kebumen Jawa Tengah.

Nah, kalau kalian pernah mendengar Pantai Logending atawa Pantai Ayah, maka kalian dijamin tidak tersesat untuk menuju ke arah pantai Menganti tersebut. Lha wong tinggal naik saja kok.

Ya, dari pantai Logending, sampeyan tinggal naik ke bukitnya. Nah, disitulah pantai Menganti berada.

Lha kok di bukit mas? Nah… Kalau pernah ke Pantai Pandawa di Bali sana, maka seperti itulah bentuk perjalanan, bahkan mirip-mirip lah lokasinya πŸ™‚

Bukan di Pandawa lho ini….

Bagaimana? Seperti lagi di Pandawa kan?

Ini bukan pertama kalinya saya kesana. Kurang lebih dua tahun yang lalu, saya dan teman-teman motor saya touring ke pantai Menganti ini.

Ternyata, sudah banyak perbedaannya. Dulu saya tidak tahu ada bagian dari Pantai yang ternyata seperti tebing pantai Pandawa seperti pada photo di atas itu?

Barusan minggu kemarin saya ke tebing ini. Hehehey.

Dan sekarang, tempat tersebut dijadikan sebagai area parkir khusus mobil. 

Tebing tersebut oleh masyarakat sekitar diberi nama tebing Widadari (Bidadari).

Oh ya hampir lupa…. Kalau teman-teman kesana, jangan kaget…. Karena banyak sekali obyek wisata yang berada di bukit menganti tersebut.

Dengan kata lain, Anda bisa menghabiskan waktu satu sampai dua hari (menurut saya) untuk menikmati beberapa obyek wisata di bukit tersebut.

Saya baru berkunjung ke satu tempat lho…

Nah, karena saya harus pipis lagi, ndak pakai lama saya kasih tunjuk beberapa adegan mesra gambar ketika saya disana…

Eits, hampir lupa… Harga tiketnya cuman Rp. 10.000 saja per orangnya (bisa diskon lhooo kalau kamu bawa banyak manusia kesini).

Buat yang belum paham daerah Kebumen, search ajah yah via google map. Thank’s google πŸ™‚

Gambar di atas masih di area parkir Pantai Menganti lho.
Nah, untuk menuju onyek berikutnya, yaitu bukit Menganti, sudah ada transportasi gratis yang disediakan oleh pengelola wisata.
Inilah penampakannya πŸ™‚

Setelah sampai di bukit Menganti, maka kita dihidangkan pada indahnya dua wisata alam sekaligus… Wisata pegunungan dan wisata pantai…
Wuihhh… kereeennn….

Nah… Bagi yang mau berselfie kayak di padang savana, disini juga ada lho padang rumputnya….. eh, padang ilalang πŸ™‚

Foto berikutnya masih di lokasi yang sama…tapi kita musti jalan kurang lebih 300 meteran dari tempat sebelumnya….

kamfretttt…. ngapain merekah?

Pejuang cinta… weka wekaaaaa…

Saking banyaknya spot-spot keren disana, kami sempat bingung mau pipis dimana… hahahaaa….

Nahhhh…….. ini yang ditunggu oleh para jomblo akut…
Jika kalian mau ngelamar pasangan kalian (kalau udah dapet tentunya), di pantai Menganti ini terdapat sebuah jembatan yang diberi label jembatan merah…
Nah, panitia… upz, pengelola sudah membuat sebuat tempat khusus buat kalian yang lagi dimabok cinta…
Mau ngelamar, prewed, atau bisa jadi melangsungkan pesta pernikahan disini… wuihh keren…
Tenang sajah, banyak villa dengan nuansa tradisional yang bisa kita sewa kok πŸ˜‰
Oh ya, foto di bawah ini hanya rekaan semata… Jika terdapat kesamaan tokoh, tempat dan peristiwa, maka itu benar adanya…wkwkwkwk…

Yang mau india indiaan juga bisa lho disini…
kayak poto di bawah ini…
Mbuehehe….

Bagi penyair seperti saya (gkgkkgkgk), marilah kita mencari puteri duyung disini..
ahhahaa….

Jika kita bicara masalah wisata, tak lepas tentunya dengan sesuatu yang bernama kuliner.
Namanya juga pantai, maka makanan yang adapun tak lepas dari sea food.
Santai saja… banyak makanan disana kok πŸ˜‰







MASJID SAKA TUNGGAL BANYUMAS

Selamat sore wahai pengunjung blogkuh tersayang.

Do’a ku semoga pengunjung blog ini semakin dilancarkan rezekinya, diberkah-kan segala yang dimilikinya, yang belum nikah cepat dapat jodoh, yang masih nganggur semoga secepatnya dapat pekerjaan, yang belum punya momongan semoga lekas dapat momongan, yang lagi sakit semoga lekas sembuh, yang barusan diputus pacar semoga lekas kawin, yang lagi ber entrepreneur semoga menjadi entrepreneur sukses.Amiin.

Intinya, do’a terbaik untuk pengunjung setia blogkuh ini.

Masjid Saka Tunggal Cikakak Banyumas

MASJID SAKA TUNGGAL CIKAKAK, BANYUMAS

Nah, sore hari ini saya akan sedikit menulis oleh-oleh ketika saya ngelayab ke salah satu objek wisata di daerah barat Banyumas. Yupz, Masjid Saka Tunggal di desa Cikakak Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas.

Sebagai orang Banyumas asli, jujur saya baru dua kali ke tempat ini. Itupun berjarak hampir tiga belas tahun dari terakhir saya kesitu.

Setelah saya posting di grup facebook, ternyata ada yang berkomentar kalau masjid saka tunggal Cikakak tersebut konon katanya adalah salah satu masjid tertua di Indonesia.

Saya pun berusaha mencari tahu dengan browsing pakai google tentunya. Hehehe…

Akhirnya saya googling, dan benar saja ternyata Masjid Saka Tunggal Cikakak ini termasuk dalam barisan masjid tertua di negara ini.

Dari wikipedia Indonesia, saya mendapatkan informasi kalau masjid ini dibangun pada tahun 1288 Masehi seperti yang tertulis pada saka guru (tiang utama) masjid ini.

Namun lebih jelasnya, pembuatan masjid saka tunggal ini tertulis pada kitab-kitab yang ditulis oleh  pendiri masjid saka tunggal, yaitu Kyai Mustolih.

Sayangnya, masih berdasarkan berita dari Wikipedia, kitab-kitab tersebut raib/hilang beberapa tahun yang lalu.

Semoga kembali ditemukan. Mengingat ini adalah warisan yang tidak bisa ditukar dengan ribuan juta dollar sekalipun.

Sejarah gaes!

Nah, bagi teman-teman yang hendak ke masjid saka tunggal, silahkan bisa dilihat di google map, “Masjid saka tunggal Cikakak.”

Bagi yang masih bingung dimana, masjid ini terletak di desa Cikakak kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas.

Dari Purwokerto kurang lebih 50-60 Kilometeran ke arah barat.

Salah satu ciri khas dari objek wisata ini adalah banyaknya monyet yang terbagi dalam dua kelompok. Konon katanya, legenda tentang monyet ini ada cerita tersendiri.

Sayang, saya belum mengetahui legenda tersebut secara pasti, so, saya tidak tulis disini.

Dah dulu yah…

di depan Makam Mbah Kyai Mustolih, pendiri masjid saka tunggal

Ini dia saka tunggalnya

sudut lain masjid saka tunggal Cikakak

Ciri khasnya adalah banyak monyetnya πŸ™‚

MAKNYUS, DATARAN TINGGI DIENG

Selamat siang menjelang sore wahai para penikmat alam semesta… 
Akhirnya, setelah ribuan jam bertapa di gua gua, elu-elu, saya bisa menjumpai pemirsa kembali dalam acara mbuh apa … Wkwkwk…
Lagi dan lagi, beberapa rencana besar akhirnya kandas di tengah jalan. Mungkin kalian yang biasa berkunjung di warung yang agak mesam mesem ini sudah tahu beberapa rencana besar itu.
Selain poligami buat e-book, saya juga berencana membuat kursus singkat di WA tentang Google Adsense. 
Namun seiring perkembangan kesehatan saya yang kurang memungkinkan, akhirnya saya masih berhutang sama teman-teman dan dan debtcollector yang rungsang-rungsung tentunya… Hahaha… MAAF, kali ini saya lagi banyak make bahasa ngapak :)
Semoga September awal saya sudah bisa memulai apa yang saya janjikan… Amiin…
Kembali ke laptop saudara-saudara….

Dalam rangka menghilangkan ingatan ke mantan sebel puyeng dan sumpek, Sabtu kemarin saya bersama teman-teman kerja plesiran ke Dieng.

Aslinya sih acara perpisahan dengan bos lama… Namun karena saya terbiasa tidak ikut plesiran dan saat ini saya memang lagi koleng dan butuh kasih sayang lagi banyak duit karena sudah berhasil menjual mesin pom mini ke dataran tinggi smedo, akhirnya saya putuskan untuk ikut plesiran…
Ini dia mesin pom yang saya jual… Murah, 15 juta!

Nb. Thanks OPPO… Keren juga nih jepretannya πŸ™‚

Yang dua nozzle hanya 25 juta rupiah…. Saya kasih bonus sepatu Caterpillar KW spesial… Terbatas πŸ™‚

Sebenarnya sih pengen banget ke Dieng pakai perahu ajaib ini… Tapi berhubung STNK dan platnya belum keluar, ndak jadi dipakai nih perahu ruarr biasa cap gajah njonte ini…
Berikut penampakannya….
Bang…..  bakpaonya bang!!!!
CUKUP SUKETI!!!!

Wonosobo-Dataran Tinggi Dieng adalah kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing (wikipedia).


Berangkat jam 11.00 malam dari bumi Banyumas bukanlah hal yang mudah bagi saya.. Ya eya lah..jam ngorok mah segitu…
Alhasil, hampir saja saya ketinggalan rombongan..Untunglah ada janda  adik yang baik hati. Nganter pakai motor metiknya dengan bagitu syahdunya.
Ketika mobil sudah menderu debu, saya langsung bilang “woyyy… Gue ikut…”
Akhirnya mereka meminta tanda tangan dan poto-poto selpie bareng saya. Alhamdulillah masih pakai celana.. 
Sekitar jam setengah empat pagi kami sampai lokasi. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah bukit sikunir… yeah… Nonton matahari terbit coy…
Asyiknya, foto-foto saya sudah diunggah terlebih dahulu di portal berita ini. So, saya jadi bingung nih mau ngunggah foto aseli gue… Huhuhu…
Makasih den udah dimuat…  πŸ™‚
Ini saja dah πŸ™‚

Foto-foto adalah ritual resmi di bukit sikunir ini… Silahkan dinikmati… DON’T TRY AT WC!

Mr. Hokian Shen…My best prend πŸ™‚

merem bukan karena keenakan… tapi ENEK…
Kelilipen debu…

Jika kalain kesini, LUNASLAH UTANG-UTANG KALIAN UNTUK SEMENTARA WAKTU…
Ra sah depikir brohhh! Hahahaha…
Saran saya, jika kalian mau kesini, siapkan peralatan tempur yang memadai. Kenapa? Karena cuacanya dingin banget.
Minimal, persiapkan kaos tangan, helm… eh, helm… penutup kepala kayak mo naik gunung lah intinya. Jaket tebal jangan lupa… Dan gebetan tentunya. Eaaa….
Oh ya, lebih bagus lagi kalian bawa mantel. ASELI… 
Di atas sana, debu beterbangan banyak sekali mas bro. Saya termasuk dalam manusia yang kurang persiapan. Rambut dan telinga saya kotor banged sampai malu mau mencium selingkuhan  ketek sendiri.
Nah… Setelah menikmati keindahan terbitnya matahari pagi, kami turun untuk merayakan sarapan bersama. Hokyah!
Me, wa Sadit and Mr. Ghobret Van Houten
Perjalanan selanjutnya adalah telaga warna… Dimanakah itu? Tentu saja masih di daerah Dieng…
Inilah penampakan demi penampakannya…
Enjoy this pict gaesss…

Yang keren dari tempat ini adalah, selain warna airnya yang berwarna (ya eya laaah…namanya juga telaga warna), banyak tempat-tempat suci dengan aneka kemistisannya sendiri-sendiri. Gak mau cerita ah… Kesitu saja yah kalian πŸ™‚
Mistis yang saya maksud bukan berarti hal yang menakutkan… Tapi mistis dalam artian berupa keajaiban-keajaiban yang dimiliki pada sekitar danau tersebut. Ah, pokoknya nyesel deh kalau belom kesana πŸ™‚
Setelah puas selpi-selpie sembari menikmati alam nan penuh pesona, kamipun segera bergegas menuju tempat selanjutnya. Apa itu? Kawah putih Sikidang…

Jangan lupa pakai kondom masker kalau ke kawah ini. Demi keuangan coy…. Hihihiy…
Asli, kawah sikidang ini adalah kawah yang eksotis. Selain pemandangan yang begitu menawan, kamu juga bisa bawa telor mentah buat direbus disini.
Okey mas bro… cukup sekian informasi seputar dataran tinggi dieng yang menawan. 

Nah, bagi kamu yang berniat kesana, agak susah juga sih bagi yang biasa naik kereta api atau pesawat terbang. Soalnya belum ada maskapai besar yang membuka penerbangan kedaerah Dieng. Lha wong bandaranya yang memadai saja belum ada… Hahaha…

Kereta api juga belum ada. Paling turun di Pekalongan. Dari stasiun naik angkot jurusan Wiradesa. Setelah itu baru ke Dieng. Cari yang jurusan Batur yah πŸ™‚
Saran saya, turunlah di Jogja atau Semarang. Setelah itu, barulah ke Dieng. Tanya saja ke orang-orang disekitar Jogja atau Semarang. Insha Allah paham kok πŸ™‚
MASIH BINGUNG?
Google map ajah dech… Terima kasih google map πŸ™‚
Terima kasih juga buat OPPO…  keren nih kameranya πŸ™‚


MENIKMATI LEZATNYA PINDANG SERANI DI PANTAI KARTINI

Apa itu pindang serani? Pindang serani adalah salah satu makanan khas dari kota Jepara, Jawa Tengah.

Saya tahunya juga minggu kemarin ketika bersama tim badmac diajak jalan-jalan guna menikmati makan siang dan keindahan pantai Kartini, Jepara.

Mantrabzzzzz…

Itulah kesimpulan saya tentang masakan yang satu ini.

Semoga bisa kesana kembali untuk menikmati pindang yang gurih itu πŸ™‚
Nyammm nyamm nyammm…..
#upz.. lagi puasa gaesss….

Yang di tengah itu lho pindangnya πŸ™‚

Biar lebih jelas dan bikin kamu segera lapar, saya comot nih gambarnya dari kompasiana πŸ™‚

PANTAI KARTINI JEPARA

Pantai yang tidak ada pantainya. Begitu celoteh mas Riyan dan mas Uu tentang pantai Kartini ini.
TADINYA SAYA BINGUNG…
Beneran bingung kaya barusan ditinggal gebetan…
Ternyata… Yang dimaksud tidak ada pantainya itu bukan berarti gak ada lautnya. Tapi gak ada tepian pantainya macam pasir putih dan ombak yang bergulung-gulung bak cintamu yang menggulung jiwaku … gitu….  #eaaaaaaaaaa
Inilah penampakannya

Pantai Kartini merupakan salah satu tempat favorit di Jepara ini.
Enak juga tempatnya. Biarpun wisata pantai, tapi sejuk. Banyak pepohonan di tempat tersebut soalnya.
Tak ayal, berbagai macam hiburan dan kuliner menumpuk disana.
Dan… apakah yang menjadi ikon pantai ini?
Ini dia…
Kalau di Dufan sana ada keong mas, maka disini ada KURA-KURA RAKSASAH!!!
Hehehee…
Sayangnya saya gak sempat masuk kesana…
Keburu laper soalnya… Hehehee…
Buat kalian wahai para jomblow, apa salahnya ke pantai Kartini ini. Siapa tahu ketemu mantan…wkwkwkwkwkkk
Oh ya… Bagi kalian yang kepengin memperdalam bisnis online, silahkan langsung ke sini.
Saatnya kerja dari rumah coy!
πŸ™‚

MENIKMATI SUNSET DI PANTAI BANDENGAN, JEPARA

MENIKMATI SUNSET DI PANTAI BANDENGAN, JEPARA

Yessss…. sudah baca dua postingan saya seputar perjalanan ke Jepara kan? Jika belum… Baca dulu dech postingan yang ini…. dan yang ini.

Oke lanjut….

Tadinya sih kita berencana hanya menghabiskan full satu hari di kota Jepara.

Setelah dari Pantai Kartini, kita berencana untuk langsung pulang ke Banyumas.

Akan tetapi…………..

Rasa lelah serta ide pulang malam/pagi dirasa lebih tepat.

Selain terbebas dari jebakan betmen…. eh, jebakan macet, kita juga bisa mengistirahatkan badan setelah kurang lebih 5 jaman berada di perjalanan.

Selain itu mas Agus dan tim juga menawarkan sebuah hotel di salah satu pantai terindah di bumi Kartini ini. Yups, Pantai Bandengan.

Saya pertama kalinya kesini lho.

Jadi belum tahu spot-spot yang tepat untuk menikmati keindahan pantai Bandengan ini di sore hari.

Tiba di hotel sekitar jam tigaan.

Beberapa diantara kami, khususnya kang Uung langsung terlelap di hotel.

Maklum…. dua hari dua malam dianya tidak tidur.

Datang dari Karawang langsung cabut ke Jepara…. Hahahaa…. mang enak πŸ™‚

Saya suhu Uun dan Singgih memutuskan untuk menikmati keindahan pantai ini.

Sembari keliling lokasi, akhirnya kami menemukan spot yang saya pikir sangat cantik…

Ya.. Menikmati sunset sembari ngup ngupi…
Nikmat mana lagi yang kau dustakan??? Hehehe….

Yeay…. really really beautiful beach gaesss….
Andai ada waktu senggang lagi, pingin lagi kesana gaessss πŸ™‚
ASELI…
Puas menikmati sunset, kita pun beristirahat sejenak sekalian sholat Maghrib di sekitar pantai. Kebetulan ada musholla disitu.
Nah, saat hendak menunaikan sholat Maghrib suhu Maruf dan Suhu Edi muncul juga.
Jadilah setelah Maghrib kita kembali menikmati suasana malam di pantai Bandengan… Asoyyy geboyyy gaesss…
Singkat cerita, jam dua pagi kami meninggalkan Jepara dengan sejuta cinta… Cieeee…
Sudah ke pantai Bandengan belum?
Hehehe…

PERAYAAN SATU TAHUN BADMAC

Tak terasa setahun sudah Banyumas Digital Marketer Community (BADMAC) berkibar di jagad persilatan ini. Hahahaa…

Sebagai kumpulan manusia, pastilah ada beberapa hal yang harus kami tingkatkan untuk menunjang visi misi BADMAC ini.

Beberapa hal yang sudah dan sedang kami lakukan diantaranya adalah meningkatkan skill masing-masing anggota dan pengurus biar makin “ningkat” kualitas dan pendapatannya tentunya (hehehehe), meningkatkan profesionalisme anggota, melebarkan hubungan/relationship dengan masyarakat luas khususnya para pelaku UMKM, terakhir membentuk sub-sub unit kegiatan ( Rohani olahraga, sosial).

Beberapa aspek kami benahi agar komunitas ini benar-benar memberikan manfaat yang luas untuk anggota pada khususnya dan masyarakat Banyumas pada umumnya serta untuk partners bisnis kami tentunya.

Di ulang tahun yang pertama ini, kami mengadakan gathering dan syukuran di pantai Menganti Kebumen.

Touring gitu…. Lah wong naek motor semua… hehehe…

Selain menjadi ajang perekat, kegiatan anniversary kali ini diharapkan menjadi tonggak untuk makin berkembangnya komunitas digital marketer di kabupaten Banyumas.

Pada kesempatan tersebut, masing-masing anggota juga mengutarakan harapannya masing-masing. Sangat cair dan menambah semangat tentu saja.

Semoga ke depan BADMAC menjadi lebih baik dan baik lagi.

Amiin…

Banyumas Digital Marketer Community

KUNJUNGAN TIM BRANDING BADMAC KE JEPARA

Minggu kemarin, tepatnya pada Jum’at malam tanggal 3 Mei 2019 tim Branding Banyumas Digital Marketing Community (BADMAC) mengunjungi salah satu brand partners yang ada di kota Jepara, Jawa Tengah.

Ini adalah kunjungan balasan atas kehadiran dari tim manajemen sekaligus owner brand partner pada sekitar dua bulan yang lampau.
Tim Branding yang terdiri dari enam orang (saya, suhu Uun, mas Uung, Singgih, suhu Edi, dan kang Ma’ruf) rencana awal berangkat pada jam tiga pagi.
Namun setelah dipertimbangkan secara matang, jadilah kita berangkat pada jam sebelas malam.
Menggunakan satu mobil kami berangkat melalui jalur utara yaitu Pemalang via tol yang langsung menuju ke Semarang.
Yah, namanya juga ngantuk gaes….   saya tertidur ketika sudah masuk di tol Pemalang.
Bangun ketika kami beristirahat di salah satu jalur pantura di Pekalongan.
Lho…. katanya lewat tol, tapi kok istirahat di jalur pantura? Bukannya tol nya nyampe Semarang?
Sampai Semarang sih tolnya…. tapi ya harap maklum… Mungkin yang pegang setir lagi lelah gaes…. Jadilah ia keluar di jalur Pekalongan… Wakwaaaawww πŸ™‚
OKEY LANJUT…
Akhirnya sampai juga kami di lokasi brand partners pada jam 05.30 an pagi.
Karena pada belom mandi dan gosok gigi, mampirlah kami sebentar ke salah satu SPBU.
Minimal cuci mata lah lihat cewek-cewek Jepara yang cantik-cantik… Hehehe…
Semalaman bareng sama laki semua…. Muakkkk gaesss…. Hahahaaaaa…..
selpie dulu…. biar terlihat tamvan (belom mandi inih)

Weh lupa…

Sebenarnya sih… Kami sarapan dulu. Baru mandi… Hahahaa…
Seingat saya, kami sarapan di sebuah rumah makan di samping gapura/gerbang yang bertuliskan pondok pesantren Bale Kambang…. Maknyus sekali sarapannya. ASELI!
Setelah mandi (eek juga tentunya…wkwkwkwkwk) kita kembali ke lokasi brand partner kita.
Wowww… Sambutan yang hangat dan ruarrrr biasa dari sang owner, mas Agus dan juga timnya Beliau.
Sekedar info…
Mas Agus ini bukan hanya pemilik konveksi yang mau kami branding. Beliau punya bisnis lain yaitu properti dan rumah makan…   Milyarder mah dia nya (semoga pembaca blog ini ketularan juga jadi milyarder). Di aminin dong… jangan hanya plonga plongo gitu…. Jangan bermental pesimis gituk πŸ™‚
Yang saya kagumi dari mas Agus ini adalah spiritnya.
Jatuh bangun adalah hal yang pernah ia lewati…
Hutang sampai bingung mau ngelunasin nya gemana… Akhirnya sekarang menjadi pebisnis sukses. Luar biasa….
Ngobrol bersama sang owner (mas Agus)
Tim Beliau juga hebat…
Pernah ada yang dikasih reward 40 juta karena penjualannya yang sangat bagus via online… itu sebulan kalau saya gak salah ingat… Gendeng!
Mbok ada yang masih bingung… Ngapain sih saya dan tim Badmac jauh-jauh ke Jepara?
Jadi begini ceritanya… Kami membuka jasa branding baik itu untuk perorangan maupun UMKM/ lembaga lainnya baik profit maupun non profit.
Nah, kali ini kami membranding perusahaan milik mas Agus ini.
Konveksi tepatnya… Fashion muslimah.
Oke lanjut…
Memasuki rumah produksi, kami bisa melihat langsung proses pembuatan serta quality control di perusahaan ini.
Milyaran nih omsetnya…Begitu kata mas Amin, salah satu tim manajemen brand ini

Udah kaya bakpao belum perut saya? Hahahaa

Talking with partners

Rame yak??? Namanya juga pabrik gaesss… hehehe

Ngapa kiye bocaaaahhh?????
Tempat sementara masih bisa dibilang okelah… Bulan depan mau diperluas, begitu kata mas Agus.
Untuk segi bahan saya pikir brand ini gak kalah saing sama brand-brand yang sudah melanglang buana di nusantara ini.
Saya yakin, ke depan perusahaan ini akan menjadi salah satu pemain yang sangat diperhitungkan di dunia fashion muslim… Hehehe…
Optimis!
Setelah berbincang, melihat (mengukur juga tentunya) tentang pabrik dan manajemen ini, kita diajak jalan-jalan ke pantai Kartini dan bandengan… Buat makan siang juga….
Lumayan… GRETONGAN CYIINNN… Hahahaaa…
Tunggu postingan selanjutnya tentang pantai Kartini dan bandengan yak di blog ini.
Salam sukses!

UNTUK ANDA YANG INGIN MEMBRANDING PERUSAHAAN/PERSEORANGAN, SILAHKAN HUBUNGI KONTAK WHATSAPP DI WEBSITE INI.

MENIKMATI SORE DI KOMPLEKS STASIUN NOTOG

Kompleks Stasiun Notog

Bahagia tak harus mahal. Plesirpun ndak perlu jauh-jauh.
Setidaknya kalimat di atas sudah saya rasakan sendiri prends. Asli!

Bagi kalian, ini adalah berita bagus.
Kok bisa?
Yupz, saya anggap berita bagus karena kalimat yang saya utarakan dan selatankan tadi sudah teruji kebenarannya.

Bahagia tak harus mahal.
Plesirpun ndak perlu jauh-jauh.

Itu artinya, ngirit!
Good news kan bukan kalian. Hahaha….

Saya jadi inget salah satu tulisannya mbah Djiwo, Sang Presiden Jancukers, kurang lebihnya seperti ini.

Anak atau isteri kalian bisa jadi tidak ingin plesiran ke tempat jauh dengan biaya yang mahal. Cukup di rumah, nonton tivi atau bercengkrama bersama anggota keluarga, bisa jadi merupakan kebahagiaan yang diinginkan oleh anak isterimu.

Baper ketika saya baca itu.
Jomblo mas? Halah embuhhhh!!!! Hahaha…

Berawal dari perjalanan pulang pergi, suatu waktu saya melintasi jalur perbukitan ketika saya pulang kerja. Berangkatpun kadang melalui jalur itu. Jalur perjalanan yang saya maksud adalah jalur Banyumas-Jatilawang via Desa Karangendhep, Notog.

Jalur perbukitan mulai dari Karangendhep hingga daerah kecamatan Purwojati merupakan keasyikan tersendiir bagi saya. Selain jalunya rada sepi, suasana alam dan pegunungan sungguh mengagumkan.

Mulai dari hamparan sawah nan begitu indah, beberapa kali yang ditunggui batu-batu besar, dan hijaunya perbukitan menjadikan perjalanan melalui jalur itu sungguh memanjakan.

Ternyata bukan hanya saja yang sering melalui jalur itu. Rekan kerja saya juga sering melewati jalur itu. Apalagi kalau bulan puasa… Argh lumayan. Setidaknya mengurangi cacian yang biasa saya lakukan selama melewati jalur normal. Hahaha…

Pokoknya recommended sekali buat teman-teman yang hobi menikmati pesona alam yang bisa saya katakan masih lumayan perawan. Hehehe…

Dan sepengetahuan saya, beberapa jalur tikus di daerah tersebut justru lebih menarik lagi.

Beberapa pecinta motorcross sering menjadikan tempat tersebut sebagai area trabas.

Alam yang indah dan jalur pegunungan yang keren di jalur ini telah menarik banyak orang untuk senantiasa melewatinya. Satu lagi, ceweknya cakep-cakep πŸ˜‰

Sutu sore saya kembali melalui jalur tersebut. Sampai di palang pintu kereta api, tepatnya di sebelah utara stasiun Notog (Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas) saya melihat banyak sekali orang yang berkumpul disekitar situ.

Kebetulan ada area yang cukup luas. Yupz, area dimana pembangunan double track kereta api belum jua selesai dikerjakan, disitu banyak anak-anak kecil dan orang tua bermain dengan gembira.Setidaknya itulah pengamatan saya.

Ketika kereta api lewat, itu bocah pada teriak-teriak kegirangan.

Bukan hanya bocah kecil dan orang tuanya saja, anak-anak muda yang kece-kece pun banyak yang nongkrong disitu.

Lantas saya berpikir, kayaknya asyik juga menikmati sore di sekitar situ.

Syahdan, akhirnya saya pun berangkat ke tempat tersebut bersama Al (El dan Dul belum lahir). Hahahaha…

Di belakang kami itulah palang pintu kereta api yang saya maksud.
Dan rel kereta api yang kami lalui ini adalah rel yang belum dipakai… So, amanlah buat jalan-jalan.Mo nungging disini juga boleh. Wkwkwkwk…
Nah, stasiun Notog berada di belakang lelaki ganteng inih…
Pemandangan di belakang adalah salah satu view yang bisa kalian nikmati kalau jalan-jalan atau touring ke daerah Notog ini…
Bagaimana saya tidak kesengsem alias jatuh hati untuk tidak melewati jalur ini.
Sayangnya, karena saya kesitu menjelang maghrib, beberapa view tidak sempat saya jepret.
Semoga lain kali saya bisa menjepretnya untuk sekedar saya bagi di blog sederhana ini.
Lantas, apa yang kami rasakan ketika datang ke tempat ini?
Ternyata bahagia lho gaes…
Setidaknya bisa istirahat sejenak dari aktivitas jualan online ku yang mulai ramai di shopee dan bukalapak. Hahaha..
Okey gaes, sekian dulu cerita dari saya.
Catet yah, bahagia itu tidak harus mahal.
Cukuplah engkau menikmati segala “kemewahan” yang tlah diberikan oleh Tuhan.
Salam bahagia πŸ™‚
Cuzzz!!!

Alun Alun Banyumas, Tempat Rehat yang Mengasyikkan

Alun Alun Banyumas Zaman Now

Selamat sore penggemar yang budiman. Nah, sore ini untuk kesekian kalinya saya menulis tentang alun-alun Banyumas.
Hei hei hei… Bosen yah?
Seterah elu dah!
Yang jelas, kalau kalian datang ke alun-alun Banyumas ini ketika sore atau malam hari… Argh, nikmat betul.
Apalagi di Minggu pagi. Wuihhh… banyak kegiatan disitu. Mulai dari senam, orang jualan, orang jalan-jalan, orang yang berlari kecil, berlari besar, sampai orang-orangan berbentuk boneka juga dijual disitu. Halah… Pokoknya Ramai coy….
Bagi seorang lelaki ganteng dan penikmat suasana santai seperti saya, alun-alun Banyumas serasa memiliki magnet tersendiri. Ya sama lah kalau ketemu beberapa mantan Ada getiran-getiran…eh, getaran-getaran tersendiri.
Asyiknya kesitu adalah. mandi atau belum mandi, kagak bakalan ada yang peduli. Hahahaa…
Ini contohnya.
di Alun alun Banyumas
Keren kan?
Padahal mereka berdua belum mandi…
Apalagi motornya… Huwalahhhh….
Apa saja sih yanga da di alun-alun Banyumas?
Selain rumput dan tumbuh-tumbuhan macam mukamu itu, di alun-alun Banyumas juga ada pesawat terbang yang dulunya bisa terbang. Aseli.
Alun alun Banyumas

Nah, selain pesawat terbang, ada juga air mancur dan ikan-ikam kecil yang beterbangan. Hahahahaha….

Apa lagi?
Ini dia…
Makanan coy….
Perlu kalian selami dan ketahui, bahwasanya kota lama Banyumas konon katanya memang dijadikan sebagai salah satu tempat wisata kuliner di Kabupaten Banyumas ini. Tentu saja selain kompleks GOR Purwokerto.
Nyatanya, banyak sekali kuiliner enak dan murah bahkan bersejarah yang ada di kota lama Banyumas ini.
Salah satunya adalah soto Sangka.
Pembuatan dan penyajiannya masih menggunakan metode zaman kuno.
Letak soto Sangka ada di sebelah timur alun-alun Banyumas. Kurang lebih 200 meteran.
Nah, kalau yang di foto tadi, itu terletak di sebelah selatan alun-alun. Sepengetahuan saya adanya di pagi hari. Serrr… Nekmat sekali.
Lalu apa lagi yang ada di alun-alun kota lama Banyumas?
Ada masjid Nur Sulaiman bro…
Masjid berusia ratusan tahun dan menjadi salah satu cagar budaya di Indonesia. Keren coy…
Bagi saya pribadi yang sok sibuk bergelut dengan dunia antah barantah, alun-alun Banyumas ini merupakan salah satu tempat rehat yang mengasyikkan.
Murah meriah dan tahan lama. halah….
Intinya, ruang terbuka seperti alun-alun dan taman kota masih perlu diperbanyak di Banyumas ini.
Buktinya, alun-alun Jatilawang dan Taman Kota Wangon menjadi salah satu tempat yang hingar bingar dikunjungi para wisatawan lokal alias warga disekitar situ juga.
Saya pikir orang-orang di Banyumas ini untuk saat sekarang memang membutuhkan areal terbuka yang bisa digunakan sebagai tempat untuk rehat, rekreasi dan juga hiburan.
Hmmm… Bagaimana di tempatmu?
Apakah tempat-tempat terbuka seperti alun-alun senantiasa banyak pengunjungnya?
Foto diambil menggunakan kamera yang harganya tidak mahal tapi keren ini.
Buat yang lagi nyari diskon smart gadget hingga 33% silahkan kesini saja.
Hanya sampai tanggal 29 saja alias besok.
Cuzzzz…..