AM FATWA, SIMBOL PERJUANGAN AKTIVIS LINTAS ZAMAN TUTUP USIA

sumber gambar


AM FATWA, SIMBOL PERJUANGAN AKTIVIS LINTAS ZAMAN TUTUP USIA



Berita duka kembali menyelimuti bangsa Indonesia. Andi Mappetahang Fatwa atau yang lebih kita kenal dengan AM Fatwa meninggal dunia pagi tadi di RS MMC, Jakarta Selatan, sekitar pukul 06.25 WIB.


Dikutip dari salah satu portal berita nasional, liputan 6.com, Beliau menghembuskan nafas terakhir setelah berjuang melawan penyakit kanker hati.

“Sudah dirawat kurang lebih tiga minggu, jadi penyakitnya kanker hati dari diagnosis dokter sudah sekitar dua tahun yang lalu,” ujar putra kelima AM Fatwa, Rijalulhaq, di rumah duka, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2017).


AM Fatwa adalah salah satu aktivis pemberani yang dipunyai negeri ini.



Sejak muda AM Fatwa sudah berani mengkritik penguasa kala itu. Tak heran AM Fatwa muda pernah beberapa kali dijebloskan penjara.


Resiko, ya itulah resiko yang dengan berani Beliau ambil. Sebagai aktivis, apalagi aktivis yang “bermain” pada level negara atau nasional, tentu saja resiko yang dihadapi adalah penguasa negeri.


Jujur sebagai warga negara, saya selalu berharap ada orang-orang muda yang dengan keberaniannya mampu merubah keadaan negeri ini menjadi lebih baik.


Ketika muncul anggota DPR, menteri atau presiden dari anak muda, saya akan sangat bangga. Apa bisa?


Tentu saja bisa.


Bukankah di awal-awal kemerdekaan negeri ini, mulai dari pejabat pemerintahan hingga militer “dikuasai” oleh anak-anak muda dengan kisaran usia 20 hingga 30 tahunan?

Anak muda adalah harapan bangsa.

Jika kita mau jujur, AM Fatwa merupakan salah satu aktivis muda yang kala itu pantas disegani oleh siapapun, termasuk negara.

Saya tidak paham, apakah saat ini sudah muncul AM Fatwa AM Fatwa selanjutnya?

Semoga kita bisa mengambil pembelajaran dari kehidupan pak AM Fatwa tentang keberanian dan kejujuran.

Selamat jalan pak, do’a kami mengiringi kepergian bapak.

Allohummaghfirlahu
warhamhu
wa ‘afihi
wa’fuanhu

Amiin….

Tinggalkan komentar