MENANGGAPI MARAKNYA MINI MARKET

Kurang lebih 10 tahun yang lalu, saya bersama salah satu rekan kerja saya yang berprofesi sebagai guru membicarakan perihal peluang usaha yang sebenarnya masih terbentang luas di negeri ini.
Berhubung kami tinggal di kampung, maka kamipun membicarakan peluang-peluang usaha yang bisa kami jalankan di kampung.
Nah, waktu itu belum banyak mini market-mini market seperti saat ini. Kemudian timbul ide, kenapa tidak mendirikan mini market saja, bahkan kalau bisa super market? Apa bisa?
Lha wong namanya juga ide… Maka dalam ide kami itupun tentu saja sangat bisa untuk mendirikan mini market. Pokok permasalahan awalnya adalah pada dana. Dari mana dananya?
Nah lho….
Marilah kita berhitung dengan cara yang bodoh saja…. Hehehe…
Misalkan dalam satu kampung ada 3.000 WARGA… lalu setiap warga “urunan” 1.000 rupiah saja, sudah berapa dana yang didapat?
3.000 x 1.000 = 3.000.000
TIGA JUTA RUPIAH
Itu baru “urunan” seribuan …
Bagaimana jika 10.000?
Tingal kalikan saja…
3.000 x 10.000 = 30.000.000 TIGA PULUH JUTA…
Kalau satu juta?
3.000 x 1.000.000 = 3.000.000.000
3 MILYAR…
Kalau jumlah warganya lebih dari itu… dan kalau “urunannya” juga lebih dari itu, maka dana yang didapat tentu lebih MAK NYOSS lagi…
iya gak sih?ย ๐Ÿ™‚
Nah… apakah hanya itu saja? tentu saja tidak!
Dalam obrolan kami itu juga dihadirkan ide-ide lagi tentang, SIAPA PENGELOLANYA, MAU BIKIN BADAN USAHA SEPERTI APA? KOPERASI? CV? PT? atau apa???
Dan yang terakhir adalah REGULASI dari pemerintah.. mendukungkah????
Nah dari obrolan kami yang memang hanya sekedar obrolan itu, menurut saya, untuk menanggapi banyaknya mini market yang menjamur itu adalah dengan cara BERSAING SECARA FAIR dengan mereka…
Saya tidak melarang teman-teman yg menanggapi minimarket2 itu dengan MEMBOIKOT… Silahkan saja… masing-masing orang memiliki pandangan yg berbeda-beda kan?ย ๐Ÿ˜‰
Bagi saya, kenapa kita tidak ikut mendirikan mini market seperti mereka? Bersaing dengan merekaย ๐Ÿ™‚
Wah, masa bisa mas bersaing dengan mereka?
Kenapa pesimis?
MEMANG TIDAK MUDAH…
Diperlukan banyak faktor untuk sekedar mendirikan mini market…
Ide saya dan teman saya itupun hanya sekedar ide… Teman saya baru memiliki 4 toko yang disewakan.. Sedangkan saya, hanya punya beberapa blog dan akun sosmed yang saya gunakan untuk berjualan….. Hahahaa….
NB.
Jika kita punya toko online/blog.akun sosmed yg banyak… sama juga kita punya toko offline yg banyak lho…
Mari kita hidung…eh…. ITUNG….
misalkan kita punya 10 blog yg kita gunakan utk berjualan… 1 blog ada 100 ITEM barang yang kita jual… masing2 item kita ambil keuntungan 5.000 rupiah saja…
Nah, jika dalam satu hari, ada 1 item saja yg terjual dari masing-masing blog, maka keuntungan yg kita peroleh adalah :
1 item x 10 blog x 5.000 RUPIAH = 50.000 rupiah
SATU HARI = 50.000 item eh… 50.000 RUPIAHย ๐Ÿ˜‰
SATU BULAN = 30 x 50.000 = 1.500.000….
SATU SETENGAH JUTAย ๐Ÿ™‚
Itu baru satu item yg terjual….
Kalau lebih dari itu? Silahkan saja dihitung…
๐Ÿ˜‰
Bagaimana prends?
Yuuk kita jualan saja… hehehehe….
Sekian pendapat dari saya, setuju atau tidak setuju, tetap aku CINTAI kalian semua…
Muuaachhh…
MBUEHEHEHE…..
Postingan ini juga saya kirim diย halaman WARTA USAHA.

 

ALIRAN (KOK) SESAT?

Masih saja ramai pemberitaan di media tentang salah satu aliran sesat yang bikin heboh…heboh… suasana ceria… *malah nyanyi ๐Ÿ˜‰ Sungguh apa yang terjadi, ini menurut saya, adalah sesuatu yang sudah kelewat ruarr biasa.

Bagaimana tidak ruaarr biasa, mereka yang ikut aliran tersebut dengan “nekadnya” meninggalkan segala macam harta bahkan pekerjaan yang sudah mereka dapatkan susah payah. Untuk selanjutnya mereka menempati wilayah yang konon sudah dipersiapkan oleh para pengurus aliran yang katanya sesat tersebut untuk kemudian mereka tinggali.

Namun apa hendak dikata, malang tak dapat di surabaya, eh ditolak…. Seiring dengan berjalannya pemberitaan yang begitu gencar perihal aliran yang mereka ikuti adalah sesat, warga asli dimana kompleks tempat tinggal pengikut aliran tersebut marah.

Tentu saja warga asli sekitar takut kalau mereka menyebarkan aliran sesat di lingkungan tempat tinggal mereka. Hal inipun mereka sinyalir dengan tidak adanya tempat ibadah yang dibangun oleh pengikut aliran tersebut. Itu membahayakan dan merupakan sinyal “fakta” tentang kesesatan mereka.

Tentang aliran-aliran sesat yang ada di Indonesia, gue pribadi sih sudah tidak asing lagi. Ada tetangga gue, tetangga jauh sih, yang ikut GAFATAR.

Bahkan ada aliran lain lagi yang menurut gue juga tidak kalah berbahaya untuk keberlangsungan akidah kita. Ajaran aliran ini didasarkan atas rasa “suka.” Namanya AGNOSTIC.  Tidak beriman tidak beragama yang berkitab dan bernabi Rasul. Pokoknya mereka mempercayai Tuhan. Itu saja… Lalu bagaimana dengan aturan? Jangan bicarakan perihal aturan dengan pengikut ini. Bagi mereka, yang penting mereka suka, lakukan saja.

Bagaimana dengan tata cara peribadahannya? Itupun jangan dibicarakan. Tak ada shalat, puasa, dan lain sebagainya. Pokoknya, suka-suka gue ๐Ÿ™‚ Kalau teman-teman pengen tahu, silahkan saja browsing perihal AGNOSTIC ini. Teman gue sudah banyak yang ikutan aliran kek gitu disini ๐Ÿ™‚

Sebagai pemeluk Islam, gue juga pernah diajak oleh sahabat gue untuk hijrah. Benar-benar hijrah.

Tawaran hijrah tersebut bukan hanya hijrah secara akidah, akan tetapi juga hijrah secara fisik. Mereka punya khalifah, punya tentara, punya tempat yang konon kehidupannya sangat Islami.

Tak tanggung-tanggung, seharian penuh gue diskusi sama teman gue itu. Akhirnya dia mengaku kalau dia adalah anggota NEGARA KARUNIA ALLAH (NKA).

Sungguh, kalau kita bicara masalah sempalan-sempalan aliran dan aliran-aliran sesat di negeri ini tak akan ada habisnya.

Sikap permisif bangsa dan negara ini terhadap ajaran baru sungguh mendukung berkembangnya berbagai macam agama dan aliran, termasuk aliran sesat.

Tidak ada yang mampu membendung ajaran tersebut. Disinilah dituntut peran serta keluarga, masyarakat, ulama, dan pemerintah untuk mengatasi maraknya aliran-aliran sesat di Indonesia.

Menurut gue, keluarga adalah salah satu fondasi yang ampuh untuk menangkal aliran-aliran sesat tersebut. Keharmonisan, kehangatan, dan saling terbuka terutama dalam membicarakan ilmu-ilmu baru akan sedikit membantu anggota keluarga kita untuk menghindarkan diri dari pengaruh aliran-aliran sesat itu.

Selain itu, sebagai pribadi, janganlah segan-segan untuk menambah pengetahuan keagamaan pada ulama yang shalih.

Pada bagian terakhir, marilah kita renungi salah satu ayat yang ada pada Al Qur’an ini,

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.โ€ (At-Tahrim: 6)

Semoga kita mampu dan mau untuk menghindari ajaran-ajaran dari aliran-aliran sesat yang sudah mulai bercokol di negeri ini.

Keep spirit!

E-BOOK MEMAHAMI KARMA


APA ITU KARMA?

Apa sih karma itu? Mungkin pertanyaan ini pernah terbesit dalam diri kamu.


“Awas lho, jangan nlikung pacar gue. Ntar kena karmanya lu?”
“Jangan suka nyolong, ntar karma buruk bakalan berlaku ma elu!”

bla bla blaa….

Sering dong dengar kalimat-kalimat seperti itu. Apalagi sekarang sudah ada tontonan di salah satu televisi yang menontonkan, katanya, kejadian tentang karma ini.

Sebenarnya, apa itu karma?

Nah, kali ini, Master Irwan Effendi mengulas habis-habisan tentang apa itu karma.

E-Book dengan judul “MEMAHAMI KARMA” ini akan menuntun teman-teman untuk lebih mengenal dan mendalami apa itu karma.


Sebelum berlanjut membahas e-book ini, ada baiknya kita berkenalan terlebih dahulu dengan penulis e-book ini, Master Irwan Effendi.


SIAPA IRWAN EFFENDI?

Irwan Effendi  adalah seorang peneliti di bidang Bioenergi dan merangkap sebagai konsultan di bidang teknologi informasi. 

Sebagai seorang peneliti, penulis selalu mengutamakan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, dan memperbaharui hipotesa-hipotesa nya seiring dengan bertambahnya pengetahuan yang didapatkan dari mengamati fakta-fakta tersebut. 

Disamping pengamatan biasa, penulis juga memiliki kemampuan untuk melihat energi menggunakan syaraf penglihatan, yang membuat penulis dapat mengamati perubahan pada kondisi energi diri sendiri maupun makhluk lain, sehingga dapat mengetahui perubahan-perubahan yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang.

Pengalaman hidup penulis juga cukup unik, karena sudah 2 kali mengalami flatline (jantung berhenti berdetak) dan selain itu juga mengalami beberapa kali near death experience, serta cukup sering melakukan astral projection. 

Pengalaman-pengalaman tersebut membuat penulis memiliki perspektif yang berbeda tentang kehidupan dibanding kebanyakan orang, terutama soal kematian dan kehidupan setelah mati, karena rata-rata orang hanya berpegang pada kepercayaan mereka, sedangkan penulis sudah mengalami sendiri, dan dengan demikian berbicara berdasarkan pengalaman dan pengetahuan, bukan kepercayaan.

Hal lain yang unik dalam kehidupan penulis, adalah bahwa penulis merasa memiliki ingatan dari kehidupan sebelumnya yang pernah dialami oleh jiwa yang berbagi atma yang sama dengan penulis. Penulis juga dapat mengenali atma dari jiwa-jiwa manusia yang di kehidupan sebelumnya dekat dengan penulis. 

Walaupun penulis tidak dapat membuktikan hal secara empiris, namun penulis telah beberapa kali membuktikan dengan mendeskripsikan sifat-sifat dan kesukaan mereka secara mendetil, sejak dari saat mereka masih berada dalam kandungan. Kenyataan ini membuat penulis memiliki pemahaman yang berbeda tentang reinkarnasi, dan bagi penulis, reinkarnasi sebagaimana yang dipahami oleh penulis, adalah suatu kenyataan, bukan suatu kemungkinan. 

Berdasarkan hal-hal diatas, penulis merasa berkompetensi untuk berbagi dan menuliskan pengetahuan penulis tentang Karma.


APA SAJA ISI E-BOOK “MEMAHAMI KARMA”

Mari kita lanjutkan untuk lebih dalam memahami apa itu karma yang sebenarnya

MITOS KARMA

Gambaran seperti apa yang pertama kali muncul dalam pikiran anda jika mendengar atau membaca kata KARMA ? Apakah seperti yang dipopulerkan oleh novel dan film? 
Apakah anda membayangkan bahwa Karma itu pembalasan atas kebaikan ataupun kejahatan yang anda lakukan? 
Jika anda membayangkan bahwa Karma itu mirip-mirip seperti itu, maka artinya anda telah terpengaruh salah satu mitos tentang Karma.

Berbagai mitos tentang Karma, serta fakta yang bertentangan:

Mitos: Karma adalah suatu aturan alam, bahwa segala hal yang pernah anda lakukan, baik ataupun buruk, pada suatu hari akibatnya akan kembali pada anda. 

Fakta: baik atau buruk adalah relatif, dan banyak sekali orang-orang yang berkuasa di dunia, yang mendapatkan kekuasaan dengan cara merampas, membunuh dan lainnya, yang kemudian meninggal secara wajar dan dalam kondisi masih berkuasa. 


ASAL MITOS KARMA

Kata Karma berasal dari bahasa india เค•เคฐเฅเคฎ (karm) yang artinya adalah tindakan / perbuatan / kelakuan. 

Sama sekali tidak ada unsur โ€œbalasanโ€ atau โ€œakibatโ€ dalam pengertian kata itu.

Walaupun sulit untuk memastikan secara akurat, sejak kapan mitos-mitos tentang Karma mulai beredar, tapi secara sejarah dan budaya, dapat ditelusuri dari kebiasaan-kebiasaan para kaum Ksatria dan Brahmana di tanah India pada jaman dahulu. 

Ketika memberikan hadiah kepada pengikut yang berjasa, para Ksatria akan berkata bahwa hadiah itu diberikan karena karm sang pengikut. Ketika menjatuhkan hukuman juga akan mengatakan bahwa hukuman itu diberikan karena karm sang pengikut. 

Demikian juga para Brahmana ketika memberikan penjelasan pada murid-murid mereka akan mengatakan bahwa segala sesuatu itu adalah akibat dari karm masing-masing orang.


KONSEP ASLI KARMA

Di bagian sebelumnya dijelaskan bahwa kata Karma berasal dari kata Karm, dan tidak ada hubungannya dengan balasan ataupun akibat. 

Akan tetapi ini bukan berarti konsep tentang balasan ataupun akibat itu sama sekali tidak ada. Konsep tentang balasan dan akibat adalah sesuatu yang bersifat mendasar pada filsafat Timur, akan tetapi konsep asli dari kedua hal tersebut tidaklah sama dengan konsep Karma sebagaimana diuraikan oleh mitos-mitos.

Salah satu penjelasan konsep akibat dan balasan yang paling awal, dapat ditemukan pada Brihadaranyaka Upanishad yang ditulis sekitar abad 7 SM:

โ€œSeseorang yang seperti ini atau seperti itu, sesuai tindakannya dan sesuai sikapnya, dia akan menjadi begitu; seorang dengan perbuatan baik akan menjadi baik, seorang dengan perbuatan jahat, jahat; Ia menjadi suci dengan perbuatan suci, kotor dengan perbuatan kotor; dan dikatakan bahwa seorang yang dipenuhi keinginan, apa yang diinginkan, itu yang diniatkan; apa yang diniatkan, itu yang dilakukan; dan apapun tindakan yang dilakukan, itu hasil yang akan dituai. โ€œ

Jadi aslinya konsep tentang akibat dan balasan itu sederhana saja, yakni seseorang akan dinilai berdasarkan perbuatannya, dan perbuatan adalah sesuatu yang dilakukan karena adanya keinginan. Sedangkan balasan adalah sesuatu yang didapatkan sesuai tindakan yang dilakukan. Hanya seiring dengan berlalunya waktu, konsep ini semakin berkembang dan banyak disesuaikan demi berbagai kepentingan, sehingga terbentuklah 3 versi mitos yang saya bandingkan di awal.

Akan tetapi adakah suatu pengaturan di alam semesta ini, yang menentukan soal perbuatan dan balasan? 

Jawabannya bisa teman-teman temukan dalam E-book ini.

Ini adalah e-book yang menurut saya harus masuk dalam daftar investasi teman-teman di bulan ini.
Penjelasan yang runut ,ilmiah, apalagi penulis adalah juga seorang peneliti dan praktisi, adalah beberapa alasan kenapa teman-teman harus memiliki buku ini.

Silahkan beli melalui link ini. 

Harganya sangat murah untuk sekelas pengetahuan yang luar biasa ini, hanya Rp. 150.357.

Silahkan baca tata cara pembeliannya disini.

Oh ya, just sharing….

Saya sendiri sudah lama berinteraksi dengan Beliau di ruang facebook…
Pertama kali kenal, tak kira Beliau dukun atau Paranormal. Ternyata Bukan.

Hahaha…

Sekian review mengenai E-BOOK MEMAHAMI KARMA.

Semoga bermanfaat.



AKU WONG NDESA (MY VILLAGE IS MY PARADISE)

Pemandangan dilihat dari bukit Kalisadang

www.masdarsono.com-AKU WONG NDESA (MY VILLAGE IS MY PARADISE)

Terlahir sebagai orang desa
Selamat pagi sobat desa yang berbahagia ๐Ÿ™‚
Sebagai anak desa atau cah ndesa sungguh saya tidak perlu minder, bahkan harus bangga dilahirkan dan hidup di tengah masyarakat desa yang tak lagi sederhana. Mbuehehe.

Kebanggan yang saya maksud bukan berarti kesombongan, tapi sangat sombong. Mbahaha….

Yupz, setidaknya ada beberapa alasan yang bisa saya gunakan untuk menggambarkan betapa bangganya saya sebagai cah ndesa.

Yang pertama, desa saya bukanlah kota. Hahahaa…
Yang kedua, cowok-cowok yang lahir disana ganteng-ganteng. Ceweknya cantik-cantik… Mbuehehehe.

Dah lah itu saja.

Salah satu sudut desaku tercinta

Desa dengan segala potensinya

Hidup di desa bukan berarti hidup dengan ketiadaan sumberdaya.

Masing-masing tempat, baik kota maupun desa pastilah memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Potensi yang tentu saja mempunyai nilai maslahat bagi segenap ummat… Cieeee… Bahasanya.

Tak terkecuali di desa!
Pastilah ada potensi yang bisa dikembangkan.

Dan inilah sebenarnya inti dari postingan saya. Menggali potensi desa untuk dapat mensejahterakan wong-wong ndesa kayak saya ๐Ÿ™‚

Tulisan ini bukanlah studi ataupun survey layaknya para ilmuwan maupun peneliti yang menggunakan berbagai metode survey. Bukan!

Sebagai tukang tambal hati mantan, metode yang saya gunakan untuk mencari potensi desa saya adalah dengan menggunakan intuisi saya.

Asal tahu saja, untuk mendapatkan intuisi semacam itu kalian harus berendam di kali Tajum sehari semalam, jungkir jempalit di atas trotoar,dan menyantuni janda-janda kembang. Wkwkwkwkwk….

Bagi saya yang hidup puluhan tahun di tempat kelahiran, tentu saja saya sangat mengenal desa saya. Mungkin tidak semua orang seperti itu. Tapi saya pikir, minimal sekali orang-orang yang tinggal di kampung pastilah paham tentang beberapa hal, termasuk potensi yang ada di lingkungan sekitarnya.

Karnaval tingkat kecamatan…Sssttt… ada anak dari kampung ku ituh.. Nyang megang hape …

Potensi yang pasti ada di desa

Untuk mencari potensi desa, berdasarkan intuisi saya tentunya, sebenarnya tidaklah sesulit memutuskan pacar. Wakwaw!

Pasti ada potensi yang secara kasat mata (apa pula itu) begitu jelas terlihat. Budaya dan alam.

Yupz… Desa sebagai salah satu komunitas kehidupan yang terbilang “tua” pastilah memiliki daya tarik berupa budaya dan alam.

Kalau kita mengambil definisi budaya menurut Ki Hajar Dewantara, maka amatlah luas mengenai budaya desa tersebut.

Dari keluasan itulah kita bisa memetakan, mana budaya yang lebih dominan.

Saya kasih contoh di desa kelahiran saya, Gentawangi.

Di desa saya ini ada beberapa budaya yang terbilang menonjol.

Budaya dalam bentuk upacara ritual dan kesenian terbilang dominan disini.

Dalam kegiatan ritual pun masih bisa kita petakan lagi.

Dengan menggunakan intuisi saya, upacara ritual tersebut saya bagi berdasarkan sang pelakunya. Ada ritual individu dan ritual kelompok/ritual desa.

Ritual individu berhubungan dengan ritual yang dilakukan oleh person warga desa. Misalnya upacara nujuh bulanan, tedhak siti, pernikahan dan kematian.

Ritual kelompok atau ritual desa, di tempat kelahiran saya ada ritual sedekah bumi dan perlon.

Ritual-ritual tadi (individu dan kelompok) yang telah saya sebutkan adalah ritual-ritual yang bisa dikatakan dominan di kampung saya.

Untuk potensi seni, di kampung halaman saya ini terdapat beberapa kelompok seni tradisonal yang sudah melegenda, salah satunya adalah ebeg (kuda lumping) yang sudah turun temurun. Entah keturunan keberapa yang saat ini biasa tampil. Saking lamanya ๐Ÿ™‚

Selain grup ebeg, ada juga beberapa penari tradisional yang bisa lenggeran. Grup kenthongan pun ada di kampung saya.

Dan yang menurut saya FENOMENAL adalah grup kesenian MENOREK.

Sampai saat ini pun saya belum begitu paham tentang kesenian menorek. ASELI.

Bahkan beberapa waktu lalu, ada beberapa mahasiswa yang mengadakan studi tentang kesenian menorek.

Konon, di Banyumas ini, kesenian menorek hanya ada di desa saya.

Oleh sebab itulah, jika ada event-event mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi, grup kesenian MENOREK dari desa saya selalu ditunjuk untuk mewakilinya.

Berikut sekelumit pengetahuan tentang seni MENOREK yang saya ambil dari blog wong Banyumas

Menorek/Menoreng merupakan drama tradisional Banyumas versi islami dengan menyajikan cerita bebas. Bisa berupa fiksi atau babad, baik yang bersumber dari cerita islami mapun cerita lokal Banyumas. Dalam pertunjukannya, menorek diiringi dengan menggunakan alat musik trabang/genjring. Saat ini menorek masih dapat dijumpai di wilayah kecamatan Jatilawang.

Menorek/Menoreng. Drama tradisional Banyumas versi islami dengan menyajikan cerita bebas. Bisa berupa fiksi atau babad, baik yang bersumber dari cerita islami mapun cerita lokal Banyumas. Dalam pertunjukannya, menorek diiringi dengan menggunakan alat musik trabang/genjring.”

Penampilan Grup Menorek dalam acara Banyumas EXTRAVAGANZA

Salah satu potensi yang ada di desa saya, yaitu  budaya sudah bisa kita temukan.

Potensi selanjutnya adalah potensi alam.
Ini merupakan potensi yang akhir-akhir ini terbilang “mudah” diviralkan. Dengan catatan, alam yang hendak kita viralkan tersebut memiliki nilai estetis atau keindahan yang tinggi.

Dan lagi-lagi, masih menurut intuisi saya tentunya, ada beberapa tempat yang bisa diviralkan karena keindahannya.

Hamparan sawah, sungai tajum disertai pemandangan pegunungan kalisadang, dan bukit kalisadang itu sendiri tentunya. Khusus mengenai bukit kalisadang, silahkan baca postingan saya di link ini.

Pemetaan potensi desa tempat kelahiran saya selesai sudah. Thank intuition ๐Ÿ˜‰
Selanjutnya apa?

Nah….. Ini menarik.
Tapi sebelum membaca lebih lanjut postingan saya ini, ada baiknya teman-teman kunjungi blog milik teman saya, mas Kikis. Beliau adalah sahabat lama saya.

Dan saya baru tahu, ternyata mas Kikis ini blogger juga. Bahkan pernah menjuarai kompetisi blog yang diadakan oleh OJK.

Mas kikis adalah pegiat desa membangun. Sepak terjangnya bisa teman-teman lihat pada link yang akan saya bagikan.

Monggo baca postingan mas Kikis pada link ini.

Jika sudah membaca tulisan mas kikis tersebut, saya pikir teman-teman, khususnya yang tinggal di desa sudah mulai ada gambaran.

Gambaran apakah?

Gambaran mengenai pengembangan potensi yang ada di desa, khususnya potensi alam.

Baca dulu yah!

Mengenalkan dan mengembangkan potensi desa untuk kemaslahatan bersama

Salah satu sudut Gentawangi

Kita lanjutkan….
Jujur, sebagai cah ndesa, salah satu keinginan saya adalah mengenalkan desa kelahiran saya kepada seluruh umat. Hehehe.

Salah satu cara yang bisa dilakukan ya dengan cara mengenalkan budaya dan alamnya (sesuai pemetaan potensi tadi).

Dan sekali lagi, ini adalah pendapat pribadi. Semoga ada teman-teman yang sekampung dengan saya yang bisa ikut mewujudkan cita-cita ini. Cita-cita yang mana? Ya mengenalkan kampung halaman dimana pengenalan tersebut berujung pada kemaslahatan untuk masyarakat desa saya ๐Ÿ™‚

Setelah teman-teman membaca postingan mas Kikis, saya pikir teman-teman sudah mulai paham apa yang ada dalam pikiran saya ๐Ÿ™‚

Ya apa lagi kalau bukan menjadikan desa saya sebagai salah satu destinasi wisata alam dan budaya.

Sungguh perpaduan yang luar biasa andai hal tersebut bisa diwujudkan.

Pemikiran saya, bukit Kalisadang yang juga dimiliki oleh beberapa desa tentunya bisa dijadikan wisata alam.

Dengan menggandeng desa-desa yang ada di sekitar bukit Kalisadang, bukanlah hal yang mustahil untuk mewujudkannya. Apalagi di jaman now, dana desa bisa digunakan untuk “menolong” mewujudkannya ๐Ÿ™‚

Selain bukit Kalisadang, di desa saya juga sungai Tajum yang mengalir dari Ajibarang dan bermuara pada pertemuan dengan Serayu, sungai besar di eks Karesidenan Banyumas.

Wisata air menjadi salah satu solusinya. Apalagi perahu bukanlah sesuatu yang asing.

Dulu sekali sebelum ada angkutan pedesaan yang masuk ke kampung kami, warga desa sudah terbiasa menggunakan perahu kayu untuk pergi ke kecamatan kota.

Hamparan pemandangan berupa ladang-ladang dan bukit kalisadang bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Selain wisata alam, wisata budaya berupa sedekah bumi dan Perlon-pun bisa dijadikan sebagai andalan wisata.

Sedekah bumi yang setahun sekali memang sudah klop dengan wayang kulit dan ebeg.

Kalau ada sedekah bumi, otomatis desa pun “nanggap” wayang kulit. Siang hari dan pada malam hari.

Selain itu, ebeg-pun biasa dipentaskan ketika ada ritual sedekah bumi ini. Ini ritual tahunan.

Untuk ritual bulanan, ada ritual yang bernama Perlon.

Untuk mengetahui apa itu Perlon, silahkan teman-teman bisa baca di sini. Wikipedia ini.

Hanya saja, tolong dicatat, apa yang ada di Wikipedia tersebut hanya membahas perlon unggahan, perlon yang hanya dilaksanakan ketika menjelang Ramadhan saja. Aslinya, perlon dilaksanakan setiap bulan.

CATAT JUGA : Perlon tidak hanya ada di Pekuncen. Tapi juga di Gentawangi, kampung halaman saya.

Konon katanya, leluhur Gentawangi dan Pekuncen kakak beradik.

Di Gentawangi, desa saya lebih tua.

Oleh karena itulah jika ada perlon besar, anak keturunan pengikut Bonokeling pada “ngilir” alias datang ke Gentawangi.

Bagi pengikut yang sangat njawani, mereka berjalan kaki tanpa menggunakan kendaraan apapun.

Padahal jaraknya belasan kilometer dan menyeberangi sungai.

Pertemuan dua keluarga besar dalam satu tradisi ini merupakan salah satu kekayaan yang tidak dimiliki oleh beberapa desa yang notabene bertetangga dengan desa Gentawangi dan Pekuncen.

Dulu memang ada di beberapa desa, tapi itupun masih keturunan Bonokeling dan Gentawangi/Tinggarwangi/Glagahwangi.

Sekarang hanya ada di Gentawangi dan Pekuncen. Lainnya musnah ditelan jaman ๐Ÿ™‚

Wah panjang banget yah postingannya? Hehehe…

Gentawangi inih ๐Ÿ˜‰

Kesimpulan:
1. Setiap desa memiliki potensi
2. Potensi dipetakan
3. Pilih yang paling dominan
4. Viralkan, menurut saya, yang lagi kekinian adalah dengan jalan menjadikan desa sebagai destinasi wisata. Bisa wisata budaya, bisa wisata alam.
5. Jaga dan lestarikan potensi-potensi dominan tersebut.
6. Kembangkan potensi lainnya

Intinya…. My Village is my Paradise.

Aku bangga jadi cah ndesa.

Hehehe…

APA ITU LOCKDOWN, SOSIAL DISTANCING, KARANTINA

Apa itu Lockdown?

Lockdown artinya situasi yang melarang warga untuk masuk ke suatu tempat karena kondisi darurat. 

Lockdown juga bisa berarti negara yang menutup perbatasannya, agar tidak ada orang yang masuk atau keluar dari negaranya.

Hingga saat ini, negara kita belum melaksanakan lockdown secara resmi.

Hanya saja dibeberapa tempat sudah ada yang “melockdownkan” diri secara mandiri.

Kata mereka, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Seperti halnya di kampung halaman saya…. Siang tadi beberapa jalan dipasangi portal dan spanduk perihal lockdown.

Berikut penampakannya.

Kalau yang ini, kayaknya er te nya galau gaesss….

LOCK = TIDAK
DONT = JANGAN
Mbuehehehehe…

Apa itu Karantina?

Karantina artinya hampir sama dengan isolasi, yakni membatasi seseorang agar tidak berinteraksi dengan orang lain. Bedanya, karantina digunakan untuk seseorang yang telah terpapar virus corona namun belum menunjukkan gejala sakit.

Meski belum menunjukkan adanya gejala-gejala telah terinfeksi, orang itu harus dikarantina guna memastikan tidak terinfeksi virus corona.


Apa itu Social Distancing?

Social distancing adalah mengurangi jumlah aktivitas di luar rumah dan interaksi dengan orang lain, mengurangi kontak tatap muka langsung. Langkah ini termasuk menghindari pergi ke tempat-tempat yang ramai dikunjungi, seperti supermarket, bioskop, dan stadion.

Bila seseorang dalam kondisi yang mengharuskannya berada di tempat umum, setidaknya perlu menjaga jarak sekitar 1,5 meter dari orang lain.

Bagaimana dikampungmu?

di lockdown kah?

salam sukses!

SAMPAI KAPAN DI RUMAH TERUS?

Sampai kapan ya di rumah terus?

Mungkin itu pertanyaan yang pernah terbesit dalam diri teman-teman semua.

Yupz, sudah sebulan lebih kudu stay at home gegara virus corona.

Bagi kalian yang udah terbiasa kerja online, mungkin tak terlalu asing dengan stay at home ini… apalgi dengan kata WORK AT HOME. Ya nggag asing banget kan? Lha wong kerjaannya memang seperti itu kan kalian? Hahaha…

Bagi yang terbiasa kerja di kantor atau diluar rumah, tentunya ini menjadi hal yang baru. Bahkan ada beberapa teman saya yang justru “repot” dengan kerja di rumah ini. Hahaha…. Ya maklum lah, biasanya mereka kerjanya gak pakai aplikasi ini dan itu. Sudah ditentukan waktu kerjanya. Dan belum terbiasa tentunya dengan “kebisingan” rumah ketika bekerja…

Ada anaknya yang minta jajan pas lagi kerja.
Ada tetangga yang kadang nyelonong bertamu… Dikira kita lagi liburan kaleeeee ๐Ÿ™‚
Dan masih banyak “kebisingan” lainnya.

Lantas, sampai kapankah ini berakhir?

PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar mungkin akan sedikit mempercepat tumbangnya mata rantai virus Corona ini. Namun, apakah secepat yang kita harapkan?

Belum tentu juga kan?

Apalagi di beberapa tempat, saya lihat masih banyak masyarakat yang beraktivitas seperti biasa.
Apalagi kalau bukan alasan EKONOMI….

ORA ONGKEK, ORA NYEKEK…
Orang Banyumas punya istilah itu…

Artinya, kalau nggak gerak (kerja), ya nggak makan:)

Memang sudah ada bantuan dari pemerintah baik yang berupa sembako maupun uang tunai. Tapi, bagi yang ndak kebagian dan terhimpit berbagai kebutuhan, ya mau tidak mau, mereka beraktivitas seperti biasa.

Semoga Allah SWT, memudahkan bangsa ini dalam melawan virus Corona ini.

Sampai kapan kita seperti ini?
Semoga lekas usai prends…

ADA FESTIVAL DURIAN BANYUMAS DAN PESAWAT TEMPUR MIG 17 DI ALUN-ALUN KOTA LAMA BANYUMAS

Festival durian Kabupaten Banyumas

www.masdarsono.com-ADA FESTIVAL DURIAN BANYUMAS DAN PESAWAT TEMPUR MIG 17 DI ALUN-ALUN KOTA LAMA BANYUMAS

Selamat malem wahai jomblo yang hafal Tri Satya dan Dasa Dharma, Sudahkah kalian mandi kembang di malam Senin ini?
Argh sudahlah…Jangan dibahas. Jomblo itu takdir perih kopral!

Setelah bingung mau posting apa dikarenakan kesibukan ngurus janda kembang  DNS peserta ujian nasional di tahun ini, akhirnya muncul juga ide mau posting apa.

Jalan-jalan tadi siang (tepatnya sih liburan getooo) menimbulkan friksi-friksi di celana gue buat nulis sesuatu yang nggak istimewa banget sih. Tapi informatif.

Emangnya tadi jalan-jalan kemana gaes?

Alun-alun kota lama Banyumas.

Ternyata di alun-alun Banyumas lagi ada event yang tanpa sepengetahuan saya, ternyata event tersebut benar-benar cetar membahana.

Buktinya parkiran motor sama mobil sampai mbludak kemana-mana. Alhasil, kemacetanpun melanda jalur Purwokerto-Yogyakarta yang notabene melalui alun-alun kota lama Banyumas tersebut.

Event yang gue maksud adalah Festival Durian. Wow! Durian men… bukan Duren alias Duda Renta.. Mbuehehehe.

Namanya juga Festival Durian, maka yang difestivalkan ya durian. Moso kimcil taek kambing. Nggak banged mblo!

Dikarenakan berangkatnya habis Dhuhur, maka kami makan siang dulu di sekitar alun-alun kota lama Banyumas.

Gue kasih tahu nih, kota lama Banyumas memang dijadikan kota kuliner, semacam pilot project-lah oleh pemerintah kabupaten Banyumas.

So, kalau kalian datang ke Purwokerto, sempatkanlah menginjakkan kaki ke kota lama Banyumas. Letaknya di sebelah selatan Purwokerto. 2O menitan kurang lebih kalau dari Purmokerto.

Selain sebagai kota kuliner, kota lama Banyumas merupakan salah satu ikon wisata sejarah di Provinsi Jawa Tengah.

Gedung-gedung tua buatan Belanda masih kokoh berdiri. Rata-rata di atas seratus tahun lho. Termasuk gedung RSUD Banyumas.

Selain itu, sisa-sisa zaman R. Kahiman juga masih berdiri gagah seperti kepatihan dan tentunya bekas kediaman alias istana-nya kadipaten Banyumas yang tentunya usianya di atas 400 tahun!

ADA FESTIVAL DURIAN BANYUMAS DAN PESAWAT TEMPUR MIG 17 DI ALUN-ALUN KOTA LAMA BANYUMAS

si Al ngantuk ngelihat durian segede ini… hihhiy…

Kembali ke topik hidayat.  Festival durian Banyumas ini termasuk event yang sukses. Ini menurut gue. Kagak tahu menurut mantan gue.

Buktinya, belum sampai sore sudah banyak durian maupun aneka makanan dari durian seperti ice cream durian dan es durian ludes sebelum berkembang gue cicipin. Argh…

festival durian

Pengunjung yang membludak pun menjadi salah satu tanda betapa festival durian Banyumas ini begitu dinikmati oleh warga sekitar, bahkan ada yang dari luar Banyumas.

Konon katanya, salah satu tujuan festival durian ini adalah mengenalkan durian khas Banyumas.

Ngomongin durian Banyumas, jujur saja, sepengetahuan gue banyak sekali jenis durian di kabupaten Banyumas ini.

Ada durian Bawor yang merupakan salah satu ikon durian Banyumas. Gede banged gaes duriannya.

Festival durian Banyumas

Dulu gue pernah ke salah satu pemilik kebun durian keren itu. Pohon yang sangat kecil saja, harganya sudah 250 ribu. Itu sepuluh tahun yang lalu… Gilak kan?

Sekarang berapa? jangan tanya! Mbuehehe…

Dan ternyata, ukuran gede bukanlah takaran untuk mengukur enak tidaknya durian. Di belakang rumah gue ada kebun kosong yang isinya hanya satu pohon durian.

Jika musim durian tiba, buah durian dari pohon tersebut bisa ratusan gaes!

Kecil duriannya, tapi rasanya ruarrr biasa enaknya gaes….

ASELI!

festival durian

Itulah salah satu bukti bahwasanya durian yang kecil tidak kalah enaknya dengan durian yang gede kayak otak gajah bengkak. Hahaha…

Kesimpulan gue, durian Banyumas emang sudah layak untuk mulai diperkenalkan ke dunia luar. belum terlalu banyak yang tahu gaes.

Oh ya, buat kamu yang pengen banget tahu tentang durian Banyumas, kalian bisa piknik ke agrowisata durian Banyumas.

Letaknya di sebelah selatan kota lama Banyumas. deket kok, cuman satu kiloan dari alun-alun kota lama Banyumas.

Masuk ke jalur Yogyakarta-Purwokerto juga.

Agrowisata tersebut terletak di Desa Karangrau kecamatan Banyumas.

Setelah puas berkeliling dari stand satu ke stand lainnya, kami pun menuju ke bagian selatan alun-alun.

Ada apakah gerangan disitu?

Yupz, ada sebuah pesawat, asli ini pesawat beneran, yang akan di pajang di sebelah selatan alun-alun Banyumas.

Pesawat tempur tampaknya itu. Saya kurang paham itu pesawat apa.

Setelah saya googling, ternyata pesawat yang dipajang tersebut adalah pesawat tempur jenis MIG 17 Fresco.

Pesawat tempur tersebut pernah digunakan TNI AU pada kurun waktu tahun 1960 hingga 1969. 

Pesawat legendaris asal Rusia ini dibawa dari Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang. Dengan menggunakan truk trailer, pesawat tersebut menempuh perjalanan ke Banyumas selama 21 jam. 

TNI AU memilih menempatkan pesawat MIG 17 di Alun-alun Banyumas, antara lain untuk menghormati orang tua Marsekal Hadi Tjahjanto yang telah resmi dilantik sebagai Panglima TNI. Apalagi, orang tua Hadi semasa mudanya pernah mengabdikan diri sebagai teknisi pesawat MIG 17.

Pesawat tempur MIG 17 asal Rusia



Camat Banyumas Ahmad Suryanto mengatakan, dalam kunjungan ke Banyumas beberapa waktu lalu, KSAU (sekarang Panglima TNI) memang pernah menjanjikan akan memberikan pesawat MIG 17 bagi masyarakat Banyumas. Terlebih karena ayahnya yang merupakan putera asli Banyumas, merupakan teknisi pertama pesawat tempur tersebut.

pesawat tempur MIG 17



Wah, baru tahu nih gue….

Ternyata panglima TNI saat ini, Marsekal Hadi Tjahjanto adalah putera asli Banyumas. Do’a saya terkabul juga nih.


Beberapa waktu yang lalu saya berdo’a semoga ada putera Banyumas yang meneruskan jejak panglima besar Jenderal Soedirman. Dan kali ini, Panglima TNI merupakan putera asli Banyumas. Semoga amanah dan membawa TNI semakin profesional, modern, dan sejahtera tentunya.

Ah, kalau mengingat jenderal-jenderal yang merupakan putera asli Banyumas, saya jadi ingat peristiwa G-30S/PKI.

Coba kalian baca jenderal-jenderal yang menjadi korban. Beberapa dari jenderal tersebut adalah putera asli Banyumas.

Argh sudahlah…

Harapan saya, semoga makin banyak prestasi yang ditorehkan oleh anak bangsa di Banyumas pada khususnya dan di seluruh pelosok nusantara pada umumnya.

Yuk berbhakti buat NKRI ๐Ÿ™‚

Sekian dulu yak postingan tentang festival durian dan pesawat tempur MIG 17 asal Rusia. Semoga bermanfaat.


Salam blogger.



Cari Pasangan Hidup emang Ribet kok

Pagi sodara-sodara yang beradab dan berketombe… Hehehe..

Dalam edisi ngalor ngidul kali ini, kita akan ngebahas masalah pasangan hidup.

Nah, sebagai Darsono pencari cinta, saya merasakan sendiri bagaimana ribetnya mencari jodoh.

Ini nih wanita idaman saya ketika itu : Cantik, berambut panjang, hijaber, rajin sholat dan pinter ngaji, punya usaha/mandiri, sholihah mah jelas, pinter nyupir mobil dan ngendarai motor sendiri, keturunan orang baik, syukur kaya raya tajir melintir buat 3.876.000 turunan… Pokoknya syuperrr dech.

Saya punya temen cewek…. Typenya juga sama kek saya. Cuman dia nyarinya lelaki tapi dengan kriteria seperti di atas.

Salahkah? Ya enggak lah.

Itu tuh cita-cita.

Ya sewaktu kecil kan ada diantara kita yang ingin menjadi dokter, guru, dosen, artis, penyanyi top dan sebagainya….

Ketika sudah besar, apakah cita-cita kesampean?

Ada yang tidak… Ada juga yang kesampean.

Yang tidak kesampean berarti salah cita-cita dong? Ya enggak lah.

Namanya juga takdir… Hahahahaaa….. pol kiyeh nek mbahas takdir.

Okey lanjut.

Jadi apa sih sebenarnya membuat ribet ketika kita mencari pasangan hidup?

Kayaknya yang ribet itu kita dech, Beneran…

Silahkan instrospeksi diri… Hehehe.

Carilah seseorang yang mau menerima kamu dan keluargamu apa adanya.

Bagi laki-laki, bekerjalah sebelum kamu menikah. Karena faktor ekonomi menjadi salah satu fondasi yang kuat dalam keluarga.

Masalah rezeki, itu sudah diatur sama Tuhan. Jangan takut!

Yang penting kerja keras diniati ibadah… Halah kayak ustadz yak gue? Hahahaa.

Bagi perempuan, tidak bekerja juga tidak apa-apa. Syukur bisa membantu ekonomi dengan bekerja di luaran sana. Entah itu PNS, ngaryawan dan sebagainya. Yang penting bisa bagi waktu. Tapi itu tidak mudah… Percayalah. Hehehe.

Saatnya kita merenung, apakah kita sudah benar-benar mencari pasangan hidup, atau justru meribetkan hal-hal yang berhubungan dengan pasangan hidup itu sendiri?

Salam Jum’at semangat!

SEPEDA, ANTARA TREND, GENGSI DAN KEBUTUHAN

Toko sepeda tiba-tiba membludak!

Ada topik bacaan seperti itu di salah satu situs yang saya baca.

Ya, setelah new normal mulai diterapkan, banyak toko sepeda yang diserbu oleh para  pembeli. Bahkan ada beberapa toko yang mengaku sepeda jualanya sold out hanya dalam hitungan hari saja.

Ini ruaarr biasa…..!!!

Konon katanya, penggila sepeda di negeri ini semakin bertambah ketika pageblug Corona ini merajalela.

Setelah new normal diterapkan, bertambahnya pegowes yang bisa terbilang baru bahkan meningkat tajam.

Saya tidak punya data resminya sih.

Tapi sebagai orang jalanan, saya pribadi merasakan betul betapa semakin banyak para goweser yang berlalu lalang dijalanan.

Biasanya sih Sabtu Minggu. Tapi sekarang? walaahhh…. Diluar hari itupun ramainya bukan main. Bahkan saya sempat memergoki goweser di malam hari. Dan saya pikir, mereka bukan atlet yang sedang latihan…

ANTARA TREND, GENGSI DAN KEBUTUHAN

Pertanyaan saya yang tiba-tiba muncul adalah seperti ini, “Apakah fenomena bertambahnya goweser hanyalah trend belaka yang nantinya akan hilang dengan sendirinya?”

Jujur saja, sudah berapa kali trend-trend di negara +62 ini hilang dengan sendirinya. Ramainya di saat-saat tertentu saja.

Fenomena batu akik dan bunga gelombang cinta diantaranya. Masih ingat kan? Hehehe.

Selain trend,  fenomena new pesepeda ini bisa juga berkaitan dengan gengsi. 
Kenapa saya berasumsi demikian?

Salah satu alasannya sih karena betapa laku kerasnya sepeda yang harganya terbilang wow!!! Hingga ratusan juta rupiah saja banyak yang beli.

Selain itu, banyak para bos, pegawai dankaryawan-karyawan perusahaan tertentu yang ramai-ramai ngeborong sepeda yang jenis dan harganya kurang lebih sama. Sama jenisnya, sama mahalnya… Hahaha…

Terlalu sembrono sih kesimpulan saya ini. Tapi namanya juga asumsi, boleh kan? Hehehe…

Kalau berkaitan dengan kebutuhan, sepertinya bakalan tambah booming nih fenomena new goweser ini.

Kenapa? Beberapa hari yang lalu saya dapat bocoran kalau ada beberapa instansi mewajibkan pegawainya untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi menuju ke tempat kerja. Dan konon katanya, hukumnya wajib…

Wah, bisa benar-benar kebanjiran order nih para pelaku bisnis sepeda, termasuk yang menjual asesorisnya. Mantab surantabz nih…

Bakalan gurih gaesssss… Hahahaa…

PELUANG BISNIS BARU

Nah, bagi orang-orang yang insting bisnisnya oke, pastilah fenomena ini tidak akan disia-siakan begitu saja.

Ini peluang bisnis bagus gaesss…. Hehehehe…

Dan enaknya nih, fenomena ini kan naik berkali lipat setelah WORK AT HOME, jadi, masyarakat kita bisa dibilang sudah terbiasa dengan hal-hal yang berkaitan dengan internet. Termasuk jual beli online.

Ini maksudnya apa yah?

Kamu bisa menjual sepeda maupun asesorisnya di internet.

Wah, belum punya ilmu tentang bisnis online mas….!!!

Kamu bisa belajar di internet tentang teknik jualan online. CATAT, teknik nya…
Ikutilah kursus-kursus online yang 90 persen adalah belajar teknik… Mindset dan sebagainya nanti dulu.

Kenapa?
Karena ini berhubungan dengan fenomena besar!

Kalau terlalu fokus mindset dan teori, berabehhh!!!!

Modal untuk jualannya gak ada mas?

Santai…
Kamu bisa jadi dropshipper dan reseller.

Apa itu dropshiper?
Cara mudahnya sih, kita ngejualin barang orang lain tanpa nyetok gitu. Tinggal upload foto ke medsos kamu.

Pembayaran bisa ke kamu dulu baru kemudian di transfer.
Atau suruh transfer ke supplier kamu (penyedia produknya).

Setelah itu kamu dapat bonus… Lumayan kan.

Oh iya, ini yang ngirim produk suppliernya. 
Kamu fokus saja ke jualanya…

Oh iya, jika kamu masih bingung seputar bisnis dropshipper ini, silahkan klik postingan ini.

Kalau reseller hampir sama dengan dropshipper.
Hanya saja terkadang kita harus nyetok barang dan membayar dengan biaya tertentu sesuai rules atau peraturan si empunya produk.

Hanya saja, jika kita membayar dan stok produk, TENTUNYA kita akan diajari cara jualannya oleh si pemilik produk.

Apalagi jika si pemiliki produk sudah bekerjasama dengan salah satu perusahaan digital marketing… Wahhh… bakalan melesat tajam nih kemampuan jualan online kamu.

Contoh reseller dengan model seperti ini bisa kamu cek disini

Semoga postingan ini mengsinpirasi pengunjung blog ini.

Salam sukses!

Yuukkk gowesssss!!!!

.

Bersyukur Atas Semua yang Terjadi

Masih dalam suasana pandemi corona yang tentu saja tidak diharapkan oleh semua orang.

Saya yakin, tak satupun dari manusia di muka bumi ini yang mengharapkan pandemi ini berlangsung lama, tak terkecuali mantan kamu… Gkgkgkgkgk…

Sebagai pelaku dalam bisnis online, beberapa dari teman saya memang mengalami penurunan omset yang lumayan banyak.

Tapi tidak semua pelaku bisnis online mengalami penurunan omset yang tajam… Noh, ada yang dapat trilliunan. Xixiixixixix….

Pebisnis online yang berhubungan dengan dunia offline misalnya, saya yakin banyak beberapa diantaranya yang turun omset.

Misalnya nih yang jadi drophiper dan reseller sepatu atau baju. Jika pabrik atau konveksi tutup dikarenakan pandemi, tentunya penurunan omset bakalan terjadi. Karena stok yang langka.
Jadi bukan tidak ada yang beli, tapi karena stok yang memang tidak ada.

Berbeda tentunya dengan yang jualan produk digital. Di era pandemi, bisa saja omset mereka naik tajam.

Tahu kenapa?
Karena kecenderungan orang yang stay at home, apalagi lamaaaaaa…. Bakalan bosen deh mereka.

Bagi yang ingin meningkatkan skill/kemampuan, pastinya mereka browsing-brosing tuh di internet.

Contoh nih, mereka pengin bisa buat website. Maka mereka akan browsing tentang bagaimana caranya membuat website.
Nah, jika kita menjual tutorial pembuatan website, maka ini adalah ladang jualan kita.

Contoh lain lagi adalah kelas online.
Berdasarkan pengamatan saya, banyak sekali pebisnis online yang membuka kelas online di masa  pandemi ini, termasuk saya… Hehehhee…  cek aja kelas saya di link ini.

Ya, kelas online bisa menjadi salah satu “ladang basah” di era pandemi ini. Tinggal bagaimana kemampuan kita untuk memasarkan skill yang kita miliki sekaligus menularkanya melalui kelas online.

Namun saudara……..
Tidak semua orang memiliki skill dan insting jualan di era pandemi ini.

Secara umum, ekonomi masyarakat kita mengalami penurunan.

Disamping karena adanya social distancing, PSBB, dan diharuskannya beberapa sentra ekonomi tutup, mengakibatkan banyak masyarakat yang kehilangan banyak penghasilan, bahkan pekerjaan.

Saya pribadi sering “dicurhati” teman-teman yang saat ini benar-benar sedang berada di titik nol.

Untunglah ada beberapa bantuan, baik dari pemerintah, kelompok masyarakat, maupun pribadi yang bisa sedikit menolong keadaan ekonomi mereka. Lumayan lah buat beli kebutuhan pokok, timpal teman-temanku itu.

Sebagai orang yang bukan pertama kalinya mendapatkan goncangan ekonomi, saya pun paham tentang situasi yang kita alami saat ini, terutama kondisi keuangan.

Namun bagaimanapun juga, jangan sampai rasa syukur kita hilang.

Apapun kondisinya, kita harus bersyukur.

Sedikit saya ceritakan tentang diri saya sendiri.
Cerita ini saya tulis sebagai bahan renungan, khususnya untuk saya sendiri.

Pertama saya bekerja, gaji saya hanyalah 25 ribu rupiah!
Bayangkan saja…. uang segitu buat apa. Lha wong transportnya sendiri bisa 30 ribu saban harinya.
Kok tahan? Ya karena saya yakin bahwa itu tidak berlangsung lama.

Terakhir, saya digaji 700 ribu an plus bantuan dari pemda 800 ribu.
Total 1,5 jutaan. Tahun lalu lho ini… hehee.

Secara itung-itungan, gak mungkin lah cukup itu gaji.
Ya bayangin aja, dua anak dan transport kudu saya tanggung.

Isteri saya memang PNS, tapi ekonomi rumah tangga, kan gue yang tahu… Hahhaa…

Saya masih bersyukur dengan gaji yang teramat jauh dari kebutuhan hidup tersebut.

Namun sebagai kepala rumah tangga, saya harus memutuskan sesuatu yang menurut saya TEPAT.

Jadilah saya resign setelah 14 tahun bekerja sebagai tenaga wiyatabhakti.

Saya putuskan untuk full di dunia bisnis online.

Kenapa saya putuskan untuk full di dunia bisnis online? Karena sejak tahun 2009 atau 2007-an (agak lupa) saya sudah terjun di dunia ini. Dan sungguh banyak peluang di bisnis ini, asal kita mau belajar dan praktek.

Kuncinya ada dua  : BELAJAR PADA AHLINYA DAN PRAKTEK!

Bagaimana dengan modal?
Namanya juga bisnis, ya kudu modal.
Hanya saja tidak sebanyak bisnis konvensional.

Kembali ke topik…

Intinya mah, selama kita bersyukur, insha Allah selalu ada jalan.

Bukankah Tuhan tidak akan menguji hamba-Nya sesuai kemampuan hamba tersebut?

Semoga kita diberkahi dengan rasa bersyukur atas semua yang terjadi saat ini.
Amiin.
===================================================================

Jika Anda mau memulai bisnis online, silahkan ikut kelas PRIVATE BISNIS ONLINE.
Kami bimbing hingga menghasilkan!
Garansi uang kembali.