DANSA

Duhai kekasih,

Marilah kita menari di lantai dansa
yang kotor itu

Siapa tahu ada sisa-sisa rindu disana

Bukankah kotor tak selamanya hina?

Atau jangan-jangan kau malu untuk turun kesana?
Bukankah kau senantiasa dimanja dalam kurungan sana?

Kurungan semu yang
sebenarnya membuatmu jemu

Ah… kekasih,
Marilah bersegera menuju ke lantai sana
Selagi asa masih menyala
Selagi cinta masih menampakkan rupanya

Satu pemikiran pada “DANSA”

  1. Oh terima kasih bidadariku…. Jikalau saja kau mau berdansa denganku, maka dansa kita tidaklah dilantai nan kotor… tapi di kahyangan sana…
    Maukah kamu?

    #sambil ngupil nih nulis reply-nya

    Balas

Tinggalkan komentar