BEGITULAH KATA MUKIDI

Yeah, akhirnya bisa nongol lagi di blog tercinta ini. Wah hampir, lupa sebelumnya saya sampaikan selamat makan buat saudara-saudara semua yang lagi menikmati makan siang. Apa kabar kalian semua? Semoga sedang dalam keadaan sehat dan sukses. Bagi yang sakit loyo, lemah, rheumatik, pegel linu, panu, kadas, kurap, kutu air dan penyakit hati, saya do’akan semoga lekas sembuh dan lekas berbahagia serta selalu mendaparkan keberuntungan dan kesuksesan. Amiin.

Awalnya saya pesimis kalau di hari ini bisa posting kembali di blog ini. Kenapa pesimis? Karena disamping pekerjaan yang menumpuk, modem yang biasa saya pakai buat googling-googling, semalam tak bisa digunakan. Ternyata diluar dugaan, hari ini saya masih sempat untuk posting sekaligus sebagai curahan hati saya atas peristiwa tenggelamnya kisah cinta saya, eh… tentang berbagai hal yang terjadi pada beberapa hari terakhir ini.

Kejadian pertama adalah runtuhnya hati kami, halah…. Runtuhnya laptop ini. Rusak berat! Alhasil harus diinstall ulang lagi.

Biasa kan seperti itu. Ya biasa! Tapi ini kejadian yang sangat ruarrr biasa. Bagaimana tidak biasa di luar, luar biasa maksudnya, lha wong laptop yang saya elus-elus ini tergolong baru dan masih kinyis-kinyis keyboardnya.


Software juga baru beberapa bulan yang lalu saya perbarui. Tapi lha kok rusak? Inilah yang disebut sebagai takdir ilahi. *Bukan takdir dan doyok 😉

Yang menyebabkan hati ini menjadi terlebay-lebay adalah….. DAPODIK belum sinkron! Akhirnya pekerjaan saya kembali ke titik NOL. Huft, sia-sia sudah pekerjaan saya selama kurun waktu satu bulan ini. *Plis God… Kasih uang yang banyak ke saya dan anak cucu saya beserta keturunannya….



Cakep…. (jam tangannya)  mbuehehehe…




Melelahkan tapi mengasyikkan. Lho kok mengasyikkan mas? Karena harus kembali utak atik DAPODIK sembari menyanyikan lagunya Sheila on 7…. Aku pulaaang….. tanpa dendam…. *Kamfret sekali hidup gue!


Nah, itu kejadian yang pertama. Kejadian yang kedua, si Al batuk, panas dan diare. Sampai hari ini si Al masih sakit. Do’kan biar cepat sembuh yah. Akhirnya tidak ada posting di beberapa hari yang lalu. Sibuk lah bro 🙂

Dan pesimis ngeblog saya hilang manakala beberapa menit yang lalu saya harus nyari makanan buat teman-teman kerjaan saya. Kok begitu mas? Karena saya pesan banyak makanan. Kali ini makan siangnya berupa pecel dan mendoan. Sembari menunggu mbekayu penjual pecel itu membungkus pesanan saya, ngebloglah saya sembari makan. Alhamdulillah ada juga janda muda yang lagi ikutan makan disini. Hadeuhh…. Modus!


Inilah rezeki anak shalih. Begitu kata Mukidi dalam gambaran saya. Mbuehehe….

Selamat menikmati siang yang terik ini.

Salam blogger!

Satu pemikiran pada “BEGITULAH KATA MUKIDI”

  1. Duh masalah seperti itu kang yang menjadi rintangan terbesa untuk membuat postingan gk gk gk, tapi alhamdulillah kalau saya mah belum pernah ngalaminnya muantappp kang semoga tidak ada gangguan lagi.

    Balas
  2. Samaa mas, saya juga jarang posting karena waktu buat ngedraf terbatas. Hanya di tempat kerja aja itupun cari waktu pas istirahat. Kalau sampai rumah udah cepek dan pekerjaan rumah menanti. Tapi diniatkan saja nantikan ada solusinya..iya nggak sih 🙂

    Semoga si Al lekas sembuh ya mas, aamiin 🙂

    Balas

Tinggalkan komentar